Posted by: unwar0733122 | October 21, 2008

Bab IV Kertas Kerja

KERTAS KERJA

(Working Paper)

Dasar Pedoman dan Penyusunan KERTAS KERJA adalah sesuai dengan ketentuan IAI ( Ikatan Akutansi Indonesia) dalam SA Seksi 339 yang meliputi :

  1. SA Seksi 339 Paragraf 03 tentang Definisi Kertas Kerja
  2. SA Seksi 339 Paragraf 05 tentang Isi Kertas Kerja
  3. SA Seksi 339 Paragraf 06 tentang Hak Kepemilikan Kertas Kerja
  4. SA Seksi 339 Paragraf 08 tentang Prosedur dan Penyimpanan Kertas Kerja

KONSEP KERTAS KERJA

    • Definisi
    • Isi
    • Tujuan

Penjelasannya :

Definisi Kertas Kerja (SA Seksi 339 Paragraf 03 ) adalah :

· Catatan – catatan yang diselenggarakan oleh Auditor mengenai prosedur audit yang ditempuh, pengujian yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat.

· Sarana yang digunakan oleh Auditor untuk membuktikan standar pekerjaannya.

Isi Kertas Kerja (SA Seksi 339 Paragraf 05 )adalah :

  • Kertas kerja yang memperlihatkan kecocokan antara “Catatan Akuntansi”, “Laporan Keuangan” , Informasi Lain dan Standar Auditing yang diterapkan dan dilaksanakan oleh Auditor dengan isian dokumentasi meliputi :

a. Standar Pekerjaan I (Pertama) yaitu Perencanaan pemeriksaan dan Supervisi

b. Standar Pekerjaan II (Kedua) yaitu Pengendalian Intern untuk merencanakan audit, menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian

c. Standar Pekerjaan III (Ketiga) yaitu Bukti Audit, Prosedur Audit dan Pengujian untuk sebagai dasar memadai menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan.

Tujuan Pembuatan Kertas Kerja

· Ada 4 tujuan yaitu :

a. Mendukung pendapat audior atas laporan keuangan auditan

b. Menguatkan simpulan – simpulan auditor dan kompetensi auditnya

c. Mengkoordinasikan dan mengorganisasi semua tahap audit

d. Memberikan pedoman dalam audit berikutnya.

KEPEMILIKAN KERJAS KERJA DAN KERAHASIAAN

INFORMASI DALAM KERTAS KERJA (SA Seksi 339 Paragraf 06)

Kepemilikan Kerja Kerja adalah Kantor Akuntan Publik, bukan milik Klien atau milik pribadi auditor tetapi sesuai dengan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik nomor 301 yang berbunyai “Anggota Kompartemen Akuntan Publik tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia, tanpa persetujuan klien” karena kertas kerja tersebut mengandung informasi bersifat rahasia dan terdapat program – program audit.

FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH AUDITOR

DALAM PEMBUATAN KERTAS KERJA YANG BAIK

Seorang auditor dikatakan “kompeten” jika kertas kerja yang dihasilkan benar – benar bermanfaat sebagai pencerminan bahwa auditor tersebut memiliki kecakapatan teknis dan keahlian professional.

Faktor-faktor pemenuhannya adalah

  1. Lengkap
  2. Teliti
  3. Ringkas
  4. Jelas
  5. Rapi

Penjelasannya :

  1. Lengkap artinya : Berisi semua informasi yang pokok (komposisi data penting) dan tidak memerlukan tambahan penjelasan secara lisan ( mampu berbicara sendiri)

  1. Teliti artinya tidak kesalahan tulis dan hitung

  1. Ringkas artinya pembatasan informasi pokok sesuai tujuan audit dan tidak menyajikan rincian yang tidak perlu.

  1. Jelas artinya penggunaan istilah tidak mengandung arti ganda dan penyajian informasi secara sismatik.

  1. Rapi artinya susunan / keteraturan penyusunan kertas kerja yang baik.

TIPE KERTAS KERJA

Secara garis besar dikelompokan dalam 5 tipe yaitu :

  1. Program Audit ( Audit Program )
  2. Daftar Saldo Kerja ( Working Trial Balance )
  3. Ringkasan Jurnal Penyesuaian ( Adjustment )
  4. Skedul Utama ( Lead Schedule / top schedule )
  5. Skedul Pendukung ( Supporting Schedule )

Penjelasannya:

1. Program Audit ( Audit Program ), adalah :

Daftar prosedur audit untuk seluruh audit tertentu, sedangkan prosedur audit adalah instruksi rinci untuk mengumpulkan tipe bukti audit tertentu,

Fungsinya :Sebagai alat untuk menetapkan jadwal pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan audit, merencanakan jumlah orang yang diperlukan untuk melaksanakan audit, komposisinya, taksiran jam/

Contoh Ringkas Program Audit terhadap KAS ( Gambar 4.1 Hal : 105 )

Program Audit

untuk Pengujian Substantif

Indek

Kerjas

Kerja

Tanggal

Pelak- sanaan

Pelak-

sanaan

Prosedur Audit

3. Usut Saldo Kas – Neraca Saldo – Buku Besar

3. Hitung kembali Saldo Kas – Buku Besar

3. Lakukan review dalam mutasi luar biasa

3. Usut saldo Kas tahun lalu

3. Usut posting pada Jurnal Penerimaan Kas & Pengeluaran Kas

Pengujian Analitik

3. Bandingkan Saldo Kas Dianggarkan dengan Tahun Lalu.

3. Hitung Rasio Saldo Kas dengan aktiva lancar

Pengujian terhadapa Transaksi Rinci

3. Pengujian pisah batas transaksi kas

3. Buat rekonsiliasi Bank 4 kolom

3. Buat daftar transfer bank sebelum dan sesudah neraca

3. Hitung kas di tangan klien

Pengujian terhadap Saldo Akun Rinci

3. Rekonsiliasi Kas dan Rekening Koran Bank

3. Lakukan konfirmasi Saldo Kas di Bank

3. Periksa Cek Beredar

3. Buatlah Rekonsiliasi Saldo Kas menurut Cut off Bank Statement

3. Usut setoran dalam Perjalanan ke Cut off Bank Statement

3. Periksa tanggal cek beredar

3. Periksa adanya cek kosong

3. Periksa semua cek kemungkinan hilang

Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan

3. Periksa jawaban konfirmasi bank

3. Lakukan wawancara manajemen

3. Periksa adanya kemungkinan penggelapan kas

3. Daftar Saldo Kerja ( Working Trial Balance ), adalah :

Daftar yang berisi saldo – saldo akun buku besar pada akhir tahun yang diaudit dan pada akhir tahun sebelumnya, kolom-kolom untuk adjusment dan penggolongan kembali yang diusulkan oleh auditor, serta saldo saldo setelah koreksi auditor yang akan tampak dalam laporan keuangan auditan ( Audited Financial Report).

Contoh Working Trial Balance ( Gambar 4.2 Hal : 107 )

Kode

Akun

Nama

Akun

Indeks

Kertas

Kerja

Saldo Sakhir

31 Des 20X1

Saldo Menurut Buku 31 Des 20X2

Adjusment dan Reklasifikasi

Saldo 31 Des 20X2 Menurut Hasil Audit

D

K

D

K

D

K

D

K

Working Trial Balance sama fungsinya dengan Lembaran Kerja ( Work Sheet ) pada clien dalam proses penyusunan laporan keuangan meliputi :

· Pengumpulan Bukti Transaksi

· Pencatatan dan Penggolongan transaksi dalam Jurnal dan Buku Pembantu

· Pembukuan (posting) jurnal ke Buku Besar

· Pembuatan Lembar Kerja ( Worksheet)

· Penyajian Laporan Keuangan

Proses Penyusunan Laporan Keuangan ( Gambar 4.2. Hal : 108 )

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–>

Dokumen Pendukung

Dokument Sumber

Jurnal

Buku Besar

Lembaran Kerja (Trial Balance)

Laporan Keuangan

Buku Pembantu

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>

Tahap-tahap penyusunan laporan keuangan auditan adalah :

· Pengumpulan bukti audit dengan cara pembuatan atau pengumpulan skedul pendukung ( Supporting Schedules )

· Peringkasan informasi yang terdapat dalam skedul pendukung ke dalam skedul utama (lead schedules atau top schedules dan ringkasan jurnal ( adjustment)

· Peringkasan informasi tercantum dalam skedul utama dan ringkasan jurnal (Adjustment) ke dalam working trial balance

· Penyusunan Laporan Keuangan Auditan

Proses Penyusunan Laporan Keuangan Auditan (Gambar 4.4 Hal :108 )

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE \* MERGEFORMAT <![endif]–>

Skedul

Pendukung

Skedul

Utama

Working

Trial

Balance

Laporan Keuangan

Auditan

Ringkasan

Jurnal Adjustment

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>

3. Ringkasan Jurnal Penyesuaian ( Adjustment )

Untuk membetulkan kekeliruan dalam laporan keuangan dan catatan akuntansi klien maka auditor membuat :

· Draft Jurnal Adjusment ,

· Jurnal Penggolongan Kembali ( Reclassification Entries ), digunakan auditor untuk memperoleh pengelompokan yang benar dalam laporan keuangan klien

Form Ringkasan Jurnal Adjustment ( Gambar 4.5 Hal 109 )

PT XYZ

RINGKASAN JURNAL ADJUSTMENT

31 Desember 19X2

Index

Kertas

Kerja

Nomor Kode

Akun

Nama Akun dan Penjelasan Jurnal

Adjustment

Debit

Kredit

Index#

kun#

Jurnal Adjusment #no

Jurnal

Penjelasan Jurnal Adjustment

Rupiah

Rupiah

Jurnal Penggolongan Kembali sama dengan form Jurnal Adjustment tetapi fungsinya berbeda.

3. Skedul Utama ( Lead Schedule / top schedule )

Skedul Utama adalah kertas kerja yang digunakan untuk meringkas informasi yang dicatat dalam skedul pendukung untuk akun-akun yang berhubungan dan untuk menggabungkan akun-akun besar yang sejenis, yang jumlah saldonya akan dicantumkan di dalam laporan keuangan dalam satu jumlah.

3. Skedul Pendukung ( Supporting Schedule )

Skedul Utama adalah kertas yang digunakan untuk memverifikasi dan menganalisa terhadap unsur – unsur yang tercantum dalam laporan keuangan klien untuk mendukung dan menguatkan informasi keuangan dan operasional.

HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI TIPE KERJA

Gambar 4.7 Halaman : 112, memperlihatkan hubungan dengan urutan sebagai berikut :

  • Skedul Pendukung
  • Skedul Utama
  • Ringkasan Adjustment
  • Working Trial Balance
  • Laporan Keuangan

PEMBERIAN INDEKS PADA KERTAS KERJA

Tujuan pemberian indeks pada kertas kerja adalah untuk memudahkan mencarian informasi dalam berbagai daftar yang terdapat pada tipe kertas kerja.

Faktor-faktornya :

1. Setiap kertas diberi Indeks, letaknya “Sudut atas / Bawah “

2. Pencantuman indeks silang (Cross Index )yaitu :

Indeks Silang dari

· Skedul Pendukung ke Skedul Utama

· Skedul Akun Pendapatan dan Biaya

· Antar Skedul pendukung

· Skedul Pendukung ke Ringkasan Jurnal Adjustment

· Skedul Utaman ke Working Trial Balance

· Program Audit dengan Kertas Kerja.

3. Jawaban Konfirmasi,Pita mesin hitung, print out komputer dll tidak diberi Indeks kecuali dilampirkan.

METODE PEMBERIAN INDEKS KERTAS KERJA

Ada 3 metode pemberian Indeks

1. Indeks Angka ( Contoh : 6-1, 6-2.. dst-nya atau 7-1,7-2 dst-nya )

2. Indeks Kombinasi Angka dan Huruf ( Contoh A-1,A-2 ..dst-nya )

3. Indeks Angka Berurutan ( 1, 2, 3, dst-nya )

SUSUNAN KERTAS KERJA

Tujuan disusun secara sismatik dan dalam urutan logis adalah untuk memudahkan review atas kertas kerja yang dihasilkan oleh asistant atau staff auditor.

Urutannya :

1. Draft Laporan Audit (Audit Report)

2. Laporan Keuangan Auditan

3. Ringkasan Informasi bagi reviewer

4. Program Audit

5. Laporan Keuangan/Lembar Kerja (Work sheet) yang dibuat clien

6. Ringkasan Jurnal Adjustment

7. Working Trial Balance

8. Skedul Utama

9. Skedul Pendukung

PENGARSIPAN KERTAS KERJA

Ada 2 jenis

  1. Arsip Kini ; Arsip audit tahunan untuk setiap aduit yang telah diselesaikan
  2. Arsip Permanen; Arsip data yang secara relatif tidak ada perubahan yaitu :
    • Anggaran RT Klien
    • Bagan Organisasi
    • Pedoman Akun,Prosedur dan Data yang berhubungan Pengendalian intern.
    • Perjanjian Penting
    • Tata letak pabrik,proses produksi,dan produk pokok perusahan
    • Natulen Rapat Redaksi,Pemegang Saham dan Komite2

Tujuannya :

1. Untuk menyegarkan ingatan bagi auditor untuk audit di tahun mendatang

2. Untuk memberikan ringkasan auditor mengenai kebijakan dan organisasi klien bagi staff pertama kasi menganangi audit laporan keuangan

3. Untuk menghindari pembuatan kertas kerja sama dari tahun ke tahun.

——————————— Semoga bermanfaat ———————————————–

Posted by: unwar0733122 | September 18, 2008

Soal Ujian Tengah Cawu – Pengantar Pasar Modal

1. Jawaban ditulis pada kertas Double Folio
2. Jawaban singkat serta tulisan dapat dibaca dengan jelas
3. Ditulis dengan Bulpoint warna Hitam
4. Jawaban dikumpul hari Jumat, 19 Agustus 2008
5. Ingat Jangan Lupa Absensi pada saat mengumpulkan jawaban soal.
6. Jawaban Soal yang sama nilainya sama dengan nol

  1. Jelaskan apa pengaruhnya terhadap perkembangan pasar modal indonesia jika tingkat suku bunga deposito suatu negara asing meningkat secara signifikan. (40%)
  2. Jika anda punya uang 5 Milyar dan untuk meminimalkan risiko jenis atau model investasi apa yang akan anda pilih? (jawaban tidak boleh sama).(30%)
  3. Jelaskan secara singkat perbedaan sejarah perkembangan pasar modal antara diera orde baru dengan orde reformasi, serta perbedaan BES dengan BEI.(15%)
  4. Apa perbedaan antara investor dengan spekulan. Apakah spekulan dibutuhkan dalam pasar modal indonesia?(15%)

A. Latar Belakang

Perkembangan pasar modal sebagai lembaga piranti investasi memiliki fungsi ekonomi dan keuangan yang semakin di perlukan oleh masyarakat sebagai media alternatife dan penghimpun dana (Suad Husnan, 1994 :1). Dalam fungsi ekonominya pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender (pihak yang mempunyai kelebihan dana) ke borrower (pihak yang memerlukan dana) dengan menginvestasikan dana yang mereka miliki, lender mengharapkan memperoleh imbalan dari penyerahan dana tersebut dari sisi borrower, tersedianya dana dari pihak luar lender memungkinkan mereka melakukan investasi tanpa harus menunggu tersedinya dana hasil operasi perusahaan. Dalam fungsi keuangannya dilakukan dengan menyediakan dana tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk investasi tersebut (Suad Husnan, 1994 : 2).

Para investor yang bertransaksi di lantai bursa bertujuan menghimpun dana dari keuntungan sebesar mungkin dari dirinya ataupun perusahaanya. Agar dapat membuat suatu keputusan dalam memilih fortopolio investasi yang menguntungkan, investor memerlukan informasi. Suatu informasi memiliki makna bila informasi tersebut menyebabkan investor melakukan transaksi di pasar modal yang akan tercermin dalam indikator atau karakteristik pasar seperti volume perdagangan, harga saham dan lain-lain. Di pasar modal banyak sekali informasi yang dapat di manfaatkan. Selain memiliki fungsi ekonomi dan keuangan, pasar modal juga mempunyai beberapa daya tarik dari berbagai lender maupun borrower adapun daya tarik pasar modal tersebut antara lain :

1. Diharapkan pasar modal ini akan menjadi alternatif penghimpun dana selain sistem perbankan.

2. Pasar modal mempunyai beberapa pilihan investasi yang sesuai dengan resiko mereka, seandainya tidak ada pasar modal para lender mungkin hanya bias menginvestasikan dana mereka dalam system perbankan.

Pasar modal mempunyai beberapa pilihan investasi yang sesuai dengan resiko mereka, seandainya tidak ada pasar modal para lender mungkin hanya bias menginvestasikan dana mereka dalam system perbankan.

Selain kedua aspek yang menjadi daya tarik tersebut,. Baik bagi lender maupun borrower, faktor lain yang mempengaruhi permintaan maupun penawaran dalai tingkat harga saham tersebut. bila saham tersebut dinilai terlalu tinggi oleh pasar, jumlah permintaanya akan berkurang. Harga saham yang terlalu tinggi menyebabkan saham bersangkutan tidak liquid. Investor jadi enggan membeli baik karena mereka berpikir sudah mencapai puncaknya maupun karena biaya yang semakin tinggi. Agar saham bisa liquid maka sebuah perusahaan gopublic mempunyai pilihan menambah jumlah saham untuk membuat harga lebih rendah untuk merangsang perdagangan. Biasanya dengan penambahan jumlah saham maka secara otomatis harga saham akan turun.

Cara yang di lakukan oleh emiten untuk mepertahankan agar sahamnya tetap berada dalam rentang perdagangan yang optimal dalai dengan pemecahan saham (Stock Split-up). Sehingga diharapkan daya tarik investor meningkat terutama untuk investor kecil (Ewijaya, 1999 : 54). Pendapat lain yang mengutarakan bahwa untuk menstabilkan harga saham dengan melakukan Stock Split adalah “alasan perusahaan melakukan pemecahan adalah untuk menyesuaikan harga pasar dari saham perusahaan pada tingkat dimana lebih

banyak individu dapat menginvestasikan dalam saham sehingga dapat meningkat jumlah saham yang beredar dana membuatnya lebih dapat di pasarkan. Contohnya IBM, pernah melakukan stock split dengan maksud untuk memperoleh dana dana yang lebih luas atas sahamnya dengan menambah daya pemasaran sahamnya” (Keiso Dan Weygaman, 1995 : 368). Manfaat split secara tidak langsung nampak pada laporan perusahaan, yaitu dampak yang ditimbulkan dari sinyal yang ditimbulkan di bursa.

Dampak ini bisa positif atau negatif. Jika positif maka investor lebih tertarik untuk memperebutkan saham perusahaan itu yang tentu berakibat harga saham tersebut terdongkrak naik dan akhirnya tujuan perusahaan untuk mencapai seluas-luasnya kesejahteraan para pemegang perusahaan akan tercapai. Dari latar belakang tersebut di atas penulis tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh pemecahan saham terhadap saham dan return saham sebelum dan sesudan pengumuman, khususnya saham biasa yang melakukan pemecahan saham pada periode 1 januari 2000 sampai 31 desember 2003 dan penelitian ini tidak membatasi pada jenis perusahaan yang diteliti dan penulis

mengambil judul “Pengaruh Publikasi Pemecahan Saham (Stock Split) Terhadap Harga Saham dan Return Saham”.

B. Perumusam Masalah

Dari uraian diatas yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah pengumuman Stock Split mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham ?

2. Apakah pengumuman Stock Split mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham ?

C. Pembatasan Masalah

Penelitian ini menekankan pada pengumuman stock split perusahaan gopublik yang listing di Bursa Efek Jakarta pada periode 1 januari 2000 sampai 31 desember 2003 dan harga saham yang dipakai adalah harga saham pada sesi penutupan. Penentuan periode jendela (window period) dalam penelitian ini adalah 10 hari perdagangan yang mencakup 5 hari sebelum pencatatan split dan 5 hari sesudah pencatatan split.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengumuman saham (Stock Split ) yang dilakukan oleh perusahaan go-publik apakah mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham dan harga saham.

E. Manfaat Penelitian

Dengan penelitian mengenai pengaruh publikasi pemecahan saham stock split terhadap return dan saham ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Memberikan tambahan pertimbngan bagi perusahaan go-public yang tertarik untuk menerapkan kebijaksanaan Stock Split dalm mencapai tujuan perusahaan.

2. Memberikan referensi tambahan kepada pihak-pihak lain yang berminat untuk melakukan penelitian yang sejenis.

3. Bagi penulis akan menambah pengetahuan dalam bidang penelitian dan pasar modal terutama pada masalah pokok penelitian.

F. Hipotesa

1. Ada pengaruh yang signifikan secara statistik akibat pengumuman pemecahan saham (Stock Split) terhadap harga saham.

2. Ada pengaruh yang signifikan secara statistic akibat pengumuman pemecahan saham (Stock Split) terhadap return saham.

A. Pengertian Pasar Modal

Pasar diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk saling mengadakan pertukaran barang atau jasa (F.K.Reilliy,1989). Pengertian pasar modal adalah salah satu jenis pasar modal,dimana para investor bertemu untuk menjual atau membeli surat-surat berharga. Menurut Sunariyah pasar modal adalah suatu pasar yang disiapkan guna memperdagangkan sahan-saham, obligasi-obligasi dan sejenis surat berharga lainya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek baik itu pemerintah ataupun swasta (Sunariyah , 1997 : 3). Pasar modal merupakan alternatif mengenai pembiayaan pembangunan. Modal dari pasar modal dapat berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Di pasar modal yang diperjual belikan adalah kepemilikan perusahaan dan surat pernyataan utang suatu perusahaan. Kepemilikan ini dapat berupa saham, surat pernyataan utang lainya yang berjangka panjang. (Algifari, 1997 : 7). Pasar modal mempunyai peran penting kegiatan ekonomi secara makro. Pasar modal dapat berperan sebagai alat untuk mengalokasikan sumberdaya ekononmi secara optimal. Perusahaan yang memerlukan dana memandang pasar modal sebagai alat untuk memperoleh dana yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan modal yang diperoleh dari sektor perbankan. Modal yang diperoleh dari sini, selain modal memperolehnya, juga biaya yang diperlukan lebih murah. (algifari, 1997 : 8).

Pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan (sekuritas) jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities maupun perusahaan swasta (Suad Husnan, 1994 : 3 ).

Secara empiris, bahwa pasar modal (Capital Market) memiliki andil yang besar bagi perekonomian suatu negara. Dominasi perdagangan obligasi dalam penghimpunan dana dari Amerika Serikat merupakan salah satu fakta. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa perkembangan ekonomi suatu Negara secara keseluruhan harus dapat diukur dari seberapa jauh perkembangan pasar modal dan industri sekuritas paada negara yang dimaksud. Namun demikian fakta diatas tidak memberikan jaminan bahwa untuk menghidupkan perekonomianya, setiap negara harus menghidupkan pasar modalnya, karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan secara matang, baik internal maupun eksternal. Apalagi dalam suatu negara, sedang dalam proses awal pembangunan. Tuntutan keberdaan pasar modal sangat ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran serta kesiapan masyarakat yang bersangkutan. Setelah suatu perekonomian mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dalam pembangunan ekonomi para warga negara mulai mengambil spesialisasi masing-masing dalam bidang produksi dan jasa, maka kecenderungan dalam fisik perlahan-lahan menghilang dan bergeser ke arah aktiva finansial. (Marsuki Usman, Singgih Riphat, Syahrir Ika, 1997 : 1). Sedangkan menurut kepres No. 60 Tahun 1980, pasar modal adalah : Bursa yang merupakan sarana untuk mempertemukan penawar dan peminta dana jangka panjang dalam bentuk efek. Adapun pengaruh pasar modal secara umum tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan RI No. 1548/KMK/1990 : Pasar modal adalah suatu sistem keuangan yang terorganisir. Termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga-lembaga perantara dibidang keuangan serta keseluruhan surat-surat berharga.

Berdasarkan beberapa pengerian pasar modal diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :

1.pasar modal bisa berupa pasar dalam artian abstrak atau dalam artian konkrit (sesungguhnya). Dalam artian abstrak, maka perdagangan surat berharga tidak harus terjadi pada suatu tempat tertentu. Sementara itu pasar modal dalam bentuk konkrit ialah bursa efek atau yang lebih dikenal dengan istilah stock exchange.

2.Komoditi yang diperdagangkan dipasar modal adalah surat-surat berharga (Financial assets).

3. Surat berharga sekuritas yang diperjual belikan dipasar modal adalah surat berharga yang diterbitkan oleh suatu badan hukum berbentuk PT (Perseroan Terbatas), baik yang dimiliki oleh swasta maupun pemerintah.

4. Bursa efek merupakan bentuk konkrit dari pasar modal. Bursa efek merupakan pasar yang terorganisasi (a higly organized market). Disebut demikian karena terdapat serangkaian peraturan yang mengikat pihak-pihak terkait didalamnya.

B. Jenis Pasar Modal

Penjualan saham kepada masyarakat dapat dilakukan dengan beberapa cara umumnya penjualan dilakukan sesuai dengan bentuk pasar modal dimana sekuritasnya tersebut diperjual belikan. Jenis-jenis pasar modal ada beberapa macam yaitu :

1.Pasar Perdana (Primary Market)

Pasar Perdana adalah penawaran saham yang menerbitkan saham (emiten) kepada investor selama waktu yang ditetapkan oleh perusahaan sebelum saham tersebut diperdagangkan dipasar sekunder. Pengaruh tersebut menunjukkan bahwa pasar perdana adalah pasar bagi saham atau sekunder lainnya yang pertama kali diterbitkan dan ditawarkan dalam pasar modal. Harga dipasar perdana ditentukan oleh emiten dan penjamin emisi berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan. Hasil atau penjualan saham tersebut keseluruhannya masuk sebagai modal perusahaan.

2.Pasar sekunder (Secondary Market)

Pasar sekunder didefinisikan sebagai perdagangan saham setelah melewati masa penawaran pada pasar perdana. Jadi pasar sekunder adalah pasar bagi saham dan sekuritas lainnya yang sudah ada dan sudah diperdagangkan dalam bursa efek yang secara luas. Harga saham dipasar sekunder ditentukan oleh permintaan dan penawaran dipengaruhi oleh dua faktor yaitu Pertama, faktor internal perusahaan merupakan, merupakan faktor yang berhubungan dengan kebijakan internal perusahaan beserta kinerja yang telah dicapai, misalnya besarnya dividen yang dibagi, kinerja manajemen perusahaan, prospek perusahaan dimasa yang akan datang dan sebagainya. Kedua, faktor eksternal perusahaan, yaitu hal-hal yang diluar kemampuan perusahaan untuk mengendalikan antara lain yaitu terjadi gejolak politik, perubahan kebijakan moneter dan laju inflasi yang tinggi. Dibandingkan dengan perdagangan pasar perdana, perdagangan pasar sekunder mempunyai volume perdagangan yang jauh lebih besar. Namun demikian, hasil penjualan saham biasanya tidak lagi masuk sebagai modal perusahaan, melainkan masuk kedalam kas para pemegang saham.

3.Pasar Ketiga ( Third Market )

Pasar ketiga adalah tempat perdagangan saham atau sekuritas lain dibursa efek (Over The Counter Market ). Pasar ketiga merupakan pasar perdagangan surat berharga pada saat pasar sekunder tutup. Di Indonesia pasar ketiga ini disebut bursa paralel, dimana menurut Pakdes 1989 bursa paralel merupakan suatu sistem perdagangan efek yang terorganisir diluar bursa efek resmi, dalam bentuk pasar sekunder yang diatur dan dilaksanakan oleh perserikatan perdagangan uang dan efek dengan diawasi dan dibina oleh BAPEPAM. Dalam pasar ketiga ini tidak memiliki pusat lokasi perdagangan yang dinamakan Floor Trading (lantai bursa). Operasi yang ada pada pasar ketiga berupa pemusatan infornasi yang disebut Trading Information. Informasi yang diberikan pasar ini meliputi: argaharga saham, jumlah transaksi, dan keterangan lainnya mengenai surat berharga yang bersangkutan. Dalam sistem perdagangan pialang dapat bertindak dalam kedudukan sebagai pedagang efek maupun sebagai perantara pedagang. Dalam rangka operasi bursa paralel, yaitu ketentuan tentang:

a. Syarat-syarat untuk memperdagangkan efek dipasar paralel (Admission at Paralel Market)

b. Peraturan perdagangan dipasar paralel (Trade Trading Rules in The Paralel Market)

c. Peraturan tentang pencatatan harga saham dipasar paralel (quation rules in the paralel market)

4.Pasar keempat (Fourth Market)

Pasar keempat merupakan bentuk perdagangan efek antar investor atau dapat diartikan dengan pengalihan saham dari satu pemegang ke pemegang saham lainnya tanpa melalui perantara pedagang efek untuk menghindari adanya komisi. Pasar keempat umum menggunakan jaringan komunikasi untuk melakukan transaksi dalam perdagangannya yang biasanya dilakukan dalam jumlah besar (Block Sale). Meskipun transaksi terjadi secara langsung antar investor namun transaksi block sale tersebut harus dilaporkan dan dicatat pada bursa efek. Pasar modal dapat pula dibedakan menurut proses penyelenggaraan transaksi antara pelaku pasar, yang terdiri dari :

1.Pasar Spot

Pasar spot adalah pasar modal yang memperdagangkan sekuritas untuk diserah terimakan secara langsung. Artinya jika seseorang membeli sekuritas, maka pada saat itu juga akan menerima sekuritas yang dibeli tersebut.

2.Pasar futures atau forward

Pasar futures adalah pasar modal dimana sekuritas akan diselesaikan dikemudian hari atau beberapa waktu sesuai dengan perjanjian. Proses transaksi memuat kesempatan mengenai terjadinya transaksi dan saat penyerahan harus dilakukan. Penyerahan sekuritas yang dibeli akan dilakukan dimasa yang akan datang. Karena adanya perbedaan waktu antara tanggal transaksi dengan penyerahan sekuritas, akan menimbulkan resiko kenaikan atau penurunan harga resiko semaam ini harus dipertimbangkan oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.

3.Pasar opsi

Adalah pasar yang memperdagangkan untuk menentukan pilihan terhadap saham atau obligasi. Pilihan tersebuat adalah persetujuan hak pemegang saham untuk membeli atau menjual dalam waktu tertentu. Hak opsi yang dimiliki pemegang saham hanya dapat dipergunakan dalam periode waktu tertentu. Dengan demikian apabila dalam periode tersebut tidak digunakan kesepakatan hak opsi tersebut dinyatakan batal demi hukum.

C. Fungsi Pasar Modal

Menurut keppres No 52 tahun 1976, keberadaan pasar modal diindonesia mempunyai tujuan sebagai berikut :

1. Mempercepat proses perluasan pengikutsertaan masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan-perusahaan swasta, untuk pemerataan pendidikan masyarakat.

2. Lebih mengairahkan partisipasi masyarakat dalam pengarahan dan perhimpunan dana untuk digunakan secara produktif dalam pembiayaan nasional.

Fungsi pasar modal meliputi (Sri H.Handoyo, Fandy, 1996) :

1. Bagi pemerintah (sektor pembangunan) pasar modal merupakan wahana untuk memobilisasi dana masyarakat, dimana dana tersebut tidak mempunyai efek inflatoir.

2. Bagi dunia usaha modal adalah alternatif untuk memperoleh dana segar yaitu dengan go publik.

3. Bagi investor, pasar modal merupakan salah satu alat penyalur dana (Investasi) selain deposito berjangka dan tabungan.

Tanjung (1990), membedakan fungsi modal menjadi fungsi secara makro dan mikro.

Dari sudut pandang makro, fungsi pasar modal adalah :

1. Sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan investasi atau pembangunan nasional baik dari sektor pemerintahan maupun swasta.

2. Sebagai salah satu wujud dari instrumen moneter yaitu melalui pelaksanaan open market policy.

3. Sebagai salah satu cara untuk mengikutsertakan pemodal kecil dalam kegiatan pembangunan disektor pemerintah atau swasta. Dari sudut pandang mikro, fungsi pasar modal mencakup beberapa hal :

1. Untuk menyehatkan struktur pemodalan perusahaan.

2. Dalam situasi tertentu go public juga dijadikan salah satu cara untuk menaikkan nilai perusahaan.

D. Sejarah Singkat Pasar Modal Indonesia

Era pasar modal diindonesia dapat dibagi menjadi 6 periode. Periode pertama adalah periode jaman Belanda mulai tahun 1912 yang merupakan tahun didirikannya pasar modal yang pertama. Periode kedua adalah periode orde lama yang dimulai pada tahu 1952. Periode ketiga adalah periode ordebaru yang diaktifkannya kembali pasar modal pada tahun 1977. Periode keempat dimulai pada tahun 1988 adalah periode bangunnya pasar modal dari tidur yang panjang. Periode kelima adalah periode otomatisasi pasar modal mulai tahun 1995. Periode keenam adalah periodekrisis moneter mulai bulan agustus 1997. ( Jogiyanto, 1997 : 37 ). Periode pertama pasar modal di Indonesia dimulai pada tanggal 14 desember 1912, suatu asosiasi 13 broker dibentuk di jakarta. Asosiasi ini diberi nama Belandanya sebagai ” Vereniging Voor Effecten Handel ” yang merupakan cikal bakal pasar modal pertama di Indonesia. Selain di Jakarta pasar modal tersebut juga didirikan di Surabaya pada tanggal 1 januari 1925, setelah berakhirnya perang dunia I, disusul kemudian di Semarang yang didirikan pada tanggal 1 agustus 1925, pasar-pasar modal ini beroperasi sampai kedatangan jepang di indonesia di tahun 1942. Setelah jepang meninggalkan indonesia, pada tanggal 1 september 1951 dikeluarkan Undang- Undang Darurat No.12 yang kemudian dijadikan UU No.15/1952 tentang pasar modal. Juga melalui Keputusan Menteri Keuangan No.28973/Undang-Undang tanggal 1 Nopember 1951. Bursa Efek Jakarta ( BEJ ) akhirnya dibuka kembali pada tanggal 3 Juni 1952. Dan peristiwa tersebut merupakan periode kedua sejarah perkembangan pasar modal di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan periode Orde Lama. Tujuan dibukanya kembali bursa ini untuk menampung oligasi pemerintah yang dikeluarkan pada tahun-tahun sebelumnya. Tujuan lainnya adalah untuk mencegah larinya ke luar negeri saham-saham perusahaan Belanda yang dulunya diperdagangkan di pasar modal di Jakarta. Bursa ini berkembang cukup baik walaupun surat berharga yang diperdagangkan umumnya adalah obligasi oleh perusahaan Belanda dan obligasi pemerintah Indonesia lewat Bank perkembangan Indonesia. Namun dengan adanya sengketa antarapemerintah RI dengan Belanda mengenai Irian Barat, semua bisnis Belanda dinasionalkan melalui UU Nasionalisasi No.86 tahun 1958. Sengketa ini mengakibatkan larinya modal Belanda dari tanah Indonesia. Akibatnya mulai tahun 1960, sekuritas-sekuritas perusahaan Belanda sudah tidak diperdagangkan lagi di Bursa Efek Jakarta.

Periode ketiga ditandai dengan lahirnya kembali BEJ pada tahun 1977. Periode ini lebih kenaldengan periode Orde Baru, berdasarkan Keputusan Presiden No. 52 tahun 1976 yang isinyaberupa penetapan pendirian pasar modal, Pembentukan Badan Pembina Pasar Modal, Pembentukan Badan Pelaksana Pasar Modal ( BAPEPAM ) dan PT. Dana reksa. Presiden Suharto meresmikan kembali Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tanggal 10 Agustus 1977. PT semen cibinong merupakan perusahaan pertama yang tercatat di BEJ. Periode ini disebut juga dengan periode tidur yang panjang, karena sampai dengan tahun 1988 hanya sedikit sekali perusahaan yang tercatat di BEJ, yaitu 24 perusahaan saja. Kurang menariknya pasar modal pada periode ini dari segi infestor mungkin disebabkan oleh tidakdikenakannya pajak atas bunga deposito, sedang penerimaan dividen dikenakan pajak penghasilan sebesar 5%.

Periode keempat dimulai dari tahun 1988 sampai dengan 1995 atau yang lebih dikenal dengan sebutan periode bangun dari tidur yang panjang.

Sebelum tahun 1988 hanya terdapat perusahaan yang terdaftar di BEJ. Setelah tahun 1988, selama tiga tahun saja, yaitu sampai tahun 1990, jumlah perusahaan yang terdeaftar di BEJ meningkat sampai dengan 127, sampai dengan tahun 1966 jumlah perusahaan yang terdaftar menjadi 238.pada periode ini, infial public offering (IPO), menjadi peristiwa Nasional. Peningkatan tersebut disebabkan oleh hal sebagai berikut :

1. Permintaan dari investor asing

Investor asing melihat bahwa pasar modal di Indonesia telah maju dengan pesat pada periode ini dan mempunyai prospek yang baik. Investor asing tertarik dengan pasar Indonesia karena dianggap sebagai pasar yang menguntungkan untuk diversifikasi secara Internasional. Kepemilikan investor asing tersebut dibatasi sampai dengan 49% dari sekuritas yang terdaftar dibursa.

2. Pakto 88

Pakto 88 merupakan reformasi tanggal 27 oktober 1988yang dikeluarkan untuk merangsang ekspor non migas, meningkatkan efisiensi dari bank komersial, membuat kebijaksanaan moneter lebih efektif, meningkatkan simpanan domestik dan meningkatkan pasar modal salah satu hasil reformasi pakto 88 adalah mengurangi reserve requiment dari bank-bank deosito. Akibat dari reformasi ini adalah pelepasan dana sebesar Rp 4 triliun dari bank Indonesia ke sektor keuangan. Akan lebih lanjut masyarakat mempunyai cukup dana untuk bermain di perusahaan.

3. Perubahan Generasi

perubahan generasi kultur bisnis terhadap periode ini, yaitu dari kultur bisnis keluarga tertutup kekultur bisnis profesional yang terbuka yang memungkinkan profesional dari luar keluarga untuk duduk dikursi kepemimpinan perusahaan. Perubahan radikal menuju ke perusahaan profesional terbuka ini juga merupakan faktor perkembangan pasar modal,

yaitu dengan mulai banyaknya perusahaan keluarga yang go publik.

Periode ini jugta di catat sebagai periode kebangkitan dari bursa efek Surabaya Stock Exchange (SSX), dilahirkan kembali pada tanggal 6 juni 1989. Semua sekuritas yang tercatat di Bursa Efek Jakarta juga secara otomatis diperdagangkan di BES.

Periode kelima disebut dengan periode otomatisasi yang dimulai sejak tahun 1995. Karena peningkatan kegiatan transaksi yang dirasakan sudah melebihi kapasitas manual, maka BEJ memutuskan untuk mengotomatisasi yang diterapkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) diberi nama Jakarta Automed Trading System (JATS) dan mulai dioperasikan pada hari senin tanggal 22 mei 1995. JATS adalah sistem otomatisasi menggunakan jaringan komputer yang di gunakan oleh broker untuk perdagangan sekuritas di Bursa Efek Jakarta. Dengan JATS mampu menangani sebanyak 50.000 transaksi setiap harinya,sedangkan dengan sistem manual hanya mampu menangani 3.800 transaksi tiap harinya saja. Ini juga meningkatkan rata-rata volume perdagangan setiap harinya yang dulu hanya sebesar 14,8 juta lembar dalam 1.606 transaksi dengan nilai Rp 46 Milyard untuk transaksi reguler, sekarang bisa mencapai 18 juta lembar dalam 2.268 transakai dengan nilai Rp 58 Milyard. Sedangkan untuk transaksi non-reguler yang dulunya hanya sebesar 19,3 juta lembar dalam 174 transaksi dengan nilai Rp 61 Milyard. Setelah menggunakan JATS mencapai sebesar 24,7 juta lembar dalam 222 transaksi dengan nilai Rp 82 Milyard. Sedangkan di BES juga diberlakukan system otomatisasi seperti di BEJ, dengan nama Surabaya Market Information dan Automated Remote Trading (S-MART). S-MART diresmikan pada tanggal 19 september 1996, sistem S-MART ini diintregasikan dengan sistem JATS di BEJ dengan sistem KDEI (Kliring Deposit Efek Indonesia).

Periode keenam adalah periode krisis moneter yang dimulai sejak Agustus 1997. Krisis moneter ditandai dengan meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok yang sangat tajam, dan penurunan nilai-nilai mata uang negara-negara asia terhadap Dolar Amerika. Penurunan nilai mata uang ini disebabkan karena spekulasi dari pedagang-pedagang valas, kurang percayanya masyarakat terhadap nilai mata uang negaranya sendiri dan yang tidak kalah pentingnya adalah kurang kuatnya pondasi perekonomian untuk mencegah permintaan Dolar Amerika yang berlebihan yang mengakibatkan nilai meningkat dan menurunkanya nilai rupiah, Bank Indonesia menaikan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Cara lain yang ditempuh oleh pemerintah dalam menanggulangi krisis moneter adalah menghapuskanya peraturan kepemilikan investor asing yang pada mulanya hanya sebesar 49 % menjadi 100 % ini berarti bahwa investor asing boleh memiliki saham-saham yang jumlahnya tidak terbatas, tapi kebijakan tersebut juga belum bias mengatasi penurunan mata uang dalm negeri terhadap Dolar Amerika.

Selanjutnya pada tanggal 1 November 1997, pemerintah mengumumkan melikuidasi 16 bank swasta nasional. Pengumuman yang cukup mengejutkan ini tidak banyak membantu meperbaiki lesunya pasar saham. Kondisi ini terus membentuk dengan berlengsernya Presiden Soeharto dan tragedi Mei 1998 yang mengakibatkan makin terpuruknya perekonomian Indonesia. Arah pengembangan pasar Indonesia di masa mendatang telah

dituangkan didalam cetak biru pasar modal Indonesia.Dalam cetak biru ini pemerintah telah bertekat ingin menjadikan pasar modal Indonesia menjadi pasar modal terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 nanti. Untuk dapat mencapai ini ada beberapa masalah yang memerlukan penanganan segera yaitu masalah efisiensi dan penyebaran informasi kepada pelaku bursa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti terhadap efisiensi pasar modal kita menyatakan bahwa tingkat efisiensi modal kita masih rendah.

Reaksi pasar terhadap informasi yang relevan dan diketahui publik masih cukup lama. Saat ini jumlah investor yang bermain di Bursa Efek Jakarta sekitar 400.000, sedangkan dari jumlah ini investor domestik sekitar 0,2 % dari jumlah penduduk jumlah ini relatif sangat rendah dibandingkan Malaysia (35 %), Jepang (20 %), dan Amerika Serikat (32 %). Dominanya pemodal asing merupakan salah satu penyebab pasar yang bergejolak. Berdasarkan nilai transaksi pemodal asing menguasai 69,5 % di tahun 1993 ; 64,2 % pada

tahun 1994 ; 61,3 % di tahun 1995 ; 63,2 % pada tahun akhir Desember 1996. Penjualan saham oleh pihak asing dalam jumlah yang sangat besar akan mempengaruhi harga saham secara signifikan. Pemodal asing juga sangat sensitif terhadap isu-isu politik. faktor ini menambah bergejolaknya harga saham pasar yang masih dangkal ditandai dengan rendahnya liquiditas perdagangan sampai dengan bulan Maret 1997 ; dari 258 emiten hanya 50 emiten yang sahamnay benar-benar liquid. Suatu saham bisa dikatakan likuid jika rata-rata transaksi perhari sebanyak 15 kali. Disamping likuiditas, kapitalisasi pasar yang tidak merata juga menjadi penyebab dangkalnya pasar modal kita. Data akhir Nopember 1996 menunjukan bahwa 40 jenis saham atau 16% dari total memiliki nilai kapitalisasi hampir 80% dari total nilai kapitalisasi pasar. Lebih dari 85 jenis saham memiliki kapitalisasi kurang sama dengan 0,5% dari total. Rendahnya saham yang dilepas kepublik juga menyambung persoalan efisiensi pasar modal kita. Dari 158 emiten yang diteliti tampak bahwa rata-rata kepemilikan saham oleh publik sebesar 26,3% dan hanya tujuh emiten atau sekitar 4% yang benar-benar perusahaan publik. Tantangan-tantangan diatas merupakan pekerjaan rumah yang harus segera ditangani oleh pengelola Bursa Efek Jakarta maupun BAPEPAM agar cita-cita menjadi pasar modal terbesar di Asia Tenggara tidak cuma angan-angan. D.1. Lembaga-lembaga yang Terkait di Pasar Modal Indonesia Sebagai suatu bisnis yang berdampak sosial sangat luas, pasar modal melibatkan banyak orang dan banyak lembaga.

Pihak-pihak yang terkait dalam kegiatn pasar modal indonesia sesuai dengan UU Republik Indonesia No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal yaitu ( Sunariyah, 1997 : 26-28 ).

1.Badan Pengawas Pasar Modal ( BAPEPAM )

BAPEPAM merupakan lembaga pemerintah yang mempunyai tugas yaitu :

a. Mengikuti perkembangan dan mengatur pasar modal modal sehingga saham (efek) dapat ditawarkan dan diperdagangkan secara teratur, wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal masyarakat umum.

b. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap lembaga-lembaga dan profesi-profesi penunjang yang terkait dalam pasar modal.

c. Memberi pendapat kepada Menteri Keungan mengenai pasar modal.

2.Pelaksana Pasar Modal

Bursa efek menurut UU RI No. 8 tahun 1995 tentang pasar modal adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka.

3.Perusahaan go publik

Emiten adalah pihak-pihak yang melakukan emisi atau yang telah melakukan penawaran umum surat berharga.

4. Perusahaan efek

Perusahaan efek adalah perusahaan yang telah memperoleh ijin usaha untuk beberapa kegiatan sebagai penjamin emisi efek, perantara pedagang efek, manajer investasi atau penasehat investasi.

5. Lembaga kliring dan penyelesaian transaksi

Adalah suatu lembaga yang menyelenggarakan kliring dan penyelesaian transaksi yang terjadi di bursa efek, serta penyimpanan efek serta penitipan harta untuk pihak lain.

6. Reksa dana ( Invesment Fund )

Perusahaan reksa dana adalah pihak yang kegiatan utamanya melakukan, investasi kembali (reinvestment) atau perdagangan efek. Ada dua macam reksa dana yaitu reksa dana terbuka dan tertutup.

7. Lembaga Penunjang Pasar Modal

a. Tempat penitipan harta adalah pihak yang menyelenggarakan penyimpanan harta dalam penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak tanpa mempunyai hak kepemilikan atas harta tersebut.

b. Biro administrasi adalah pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten secara teratur menyediakan jasa-jasa pembukuan transfer dan pencatatan pembayaran deviden. Pembagian hak opsi, emisi sertifikasi atau laporan tahunan emiten.

c. Wali amanat adalah pihak yang dipercayakan untuk mewakili kepentingan seluruh pemegang obligasi atau sertifikat kredit.

d. Penanggung ( quarantor ) adalah pihak yang menanggung kembali jumlah pokok dan atau bunga emisi obligasi atau sekuritas kredit dalam hal emiten cidera janji.

8. Profesi penunjang pasar modal

a. Akuntan adalah pihak yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi dan pemeriksaan akuntansi (Auditing). Fungsinya adalah memberi pendapatan atas kewajaran atas laporan keuangan emiten atau calon emiten.

b. Notaris adalah pejabat yang berwenagng membuat akta otentik sebagai mana dimaksudkan dalam staad blad 183 No.3 tentang peraturan jabatan notaris.

c. Penilai adalah yang menerbitkan dan menandatangani laporan penilik.

d. Konsultan hukum adalah ahli hukum yang memberikan dan menandatangani pendapat hukum mengenai emisi atau emiten. Fungsi utamanya adalah melindungi pemodal atau calon pemodal dari segi hukum.

9. Pemodal (Investor)

Adalah pihak perorangan atau lembaga yang menanamkan modalnya adalah efek-efek yang diperdagangkan dipasar modal.

D.2. Jenis Efek di Pasar Modal Indonesia

Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang surat berharga komersial, saham obligasi tanda bukti utang, unit pertanyaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek atau setiap instrumen yang ditetapkan sebagai efek. Jenis efek yang ada dipasar modal Indonesia adalah:

1. Saham

Adalah surat bukti penyertaan dalam kepemilikan suatu Perseroan Terbatas (PT) yang memberi hak atas deviden dan lain-lain menurut besar kecilnya modal disektor saham dapat dibagi menjadi dua :

a. Saham Preferen

Saham preferen adalah saham yang mempunyai hak-hak instimewa sifatnya merupakan gabungan (Hybrid) antar obligasi dan saham biasa. Artinya disamping memiliki karakteristik seperti obligasi juga memiliki karakteristik preferen, antara lain :

1. Preferen terhadap deviden artinya pemegang saham preferen mempunyai hak lebih dahulu untuk memperoleh hak dividen daripada pemegang saham biasa.

2. Preferen pada aktiva saat likuidasi, artinya pada saat perusahaan dibubarkan maka pemegang saham preferen mempunyai hak atas lebih dahulu dari pada saham biasa.

3. Memperoleh hasil yang tetap seperti bunga obligasi.

b. Saham Biasa.

Saham biasa adalah saham yang mempunyai hak satu suara.

Hak yang dimiliki pemegang saham biasa adalah :

1. Hak kontrol adalah hak untuk mengawasi operasi perusahaan.

2. Hak memperoleh bagian keuntungan perusahaan.

3. Hak prefentive yaitu hak untuk membeli saham terlebih dahulu sebesar presentase tertentu. Jika perusahaan mengeluarkan tambahan saham baru.

2. Obligasi (Bond)

Obligasi pada dasarnya merupakan surat pengakuan utang atas pinjaman yang diterima oleh perusahaan penerbit obligasi dari masyarakat jangka waktu obligasi telah ditetapkan dan disertai dengan kesanggupan membayar bunga secara periodik yang jumlah dan saat pembayarannya juga telah ditetapkan dalam perjanjian.

Tipe-tipe obligasi ada dua macam yaitu :

a. Corporate Bond

Corporate Bond adalah obligasi biasa yang merupakan surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman

b. Convertible Bond

Convertible Bond atau obligasi konversi adalah obligasi yang setelah jangka waktu tertentu, dengan perbandingan atau harga tertentu, dapat ditukarkan dengan saham dari perusahaan yang sama.

3. Derevatif dan Efek

a. Rights atau klaim

Rights menunjukkan bukti hak memesan saham terlebih dahulu yang memungkinkan para pemegang saham untuk memberi saham baru yang akan diterbitkan oleh perusahaan sebelum saham-saham tersebut ditawarkan pada pihak-pihak lain dengan harga dibawah harga pasarnya, jika pemegang saham tidak bermnaksud untuk menggunakan haknya maka Rights yang dimilikinya dapat diperjualbelikan dibursa. Bukti Rights merupakan instrument jangka pendek yaitu kurang dari 6 bulan.

b. Waran

Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang membeli kepada pemegang saham untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu, umumnya antara 6 bulan hingga 5 tahun.

c. Saham Dividen

Keuntungan perusahaan dapat dibagi dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk saham deviden, alasan perusahaan membagi saham deviden adalah karena perusahaan ingin menahan laba didalam perusahaan untuk digunakan sebagai modal kerja.

d. Sertifikat Reksa Dana

Reksa Dana adalah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat atau investor. Selanjutnya diinvestasikan pengelola Reksa Dana (Manajer Investasi). Jadi sertifikat Reksa Dana adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemodal menitipkan uang kepada manajer investasi untuk diinvestasikan dipasar modal atau pasar uang. Ada 2 jenis Reksa Dana yaitu Reksa Dana open end (Terbuka), sertifikat ini dapat dijual kepada manajer investasi. Reksa Dana close end (tertutup), sertifikat ini tidak dapat dijual kembali kepada manajer investasi tetapi dijual dipasar sekunder.

E. Modal Saham

Suatu perusahaan membutuhkan modal (Dana) yang digunakan dalam rangka mewujudkan tujaun perusahaan. Sumber modal dapat berasal dari dalam perusahaan sendiri maupun dari luar. Sumber dari dalam (Internal financing) berasal dari operasi perusahaan (laba) yang ditahan, sedangkan sumber dari luar perusahaan (eksternal financing) dapat dalam bentuk saham biasa atau saham prioritas. Bagi perusahaan yang berupa modal sendiri adalah modal yang disetor (Suad Husnan, 1994: 275). Modal merupakan bagian hak pemilik (sering juga disebut utang kepada pemilik) dalam perusahaan yakni selisih antara aktiva dengan utang (kewajiban) yang ada. Modal berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan. Modal dari perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas disebut “Modal Saham” dan hasil usaha yang belum dibagikan dikelompokkan dalam rekening tersendiri yakni “laba ditahan” (laba belum dibagi). Terbatas berarti tanggung jawab para pemegang saham (yang merupakan pemilik) hanya sebatas saham yang dimiliki masing-masing Perseroan Terbatas (PT) dapat berupa PT tertutup dan PT terbuka. Terbuka artinya saham dapat dimiliki oleh siapa saja yang berminat, sebaiknya PT tertutup berarti saham PT tersebut hanya dimiliki oleh pihak atau orang tertentu saja (Abdul Halim, 1997:95). Sunariyah dalam buku pengantar pengetahuan pasar modal menyatakan bahwa investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki oleh suatu perusahaan,biasanya berjangka waktu lama dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Menurutnya investasi dalam arti luas terdiri dari dua bagian utama antara lain investasi dalam bentuk aktiva riil (real assets) dan investasi dalam bentuk suratsurat berharga atau sekuritas (Financial Assets) (Sunariyah, 1998:2). Investasi tidak hanya dilakukan oleh suatu perusahaan profit saja, akan tetapi individu yang mempunyai kelebihan dana pun dapat melakukan investasi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dimasa yang akan datang. Keuntungan yang didapat investor dari investasi dalam bentuk saham pada dasarnya dapat berupa:

1. Capital gain

Capital gain merupakan keuntungan dari hasil jual beli saham, berupa selisih antara nilai jual yang lebih tinggi dari nilai beli saham.

2. Deviden

Deviden merupakan bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Keuntungan lain dari investasi saham adalah kemudahannya dalam pemindahan hak perusahaan dari seseorang ketangan orang lain. Orang-orang yang memiliki dalam perusahaan dapat menjual sahamnya kepihak lain saat dan harga tertentu karena setiap lembar sahamnya aalah aktiva pribadi pemiliknya dan dapat dilepaskan jika dikehendaki, selain itu ada lagi keuntungan yang didapat dari investasi saham, adalah dapat ikut menentukan kebijakan yang diambil perusahaan yaitulewat hak suara pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saham adalah salah satu surat brharga yang merupakan surat tanda kepemilikan seseorang terhadap perusahaan yang menerbitkan saham tersebut, yang berlaku selama pemilik saham tidak menjual sahamnya tersebut kepada orang lain atau saham perusahaan tersebut tidak menyatakan dirinya bangkrut.

Dalam praktiknya ada dua macam bentuk saham yaitu :

a. Common Stock (Saham Biasa) adalah saham yang menempatkan pemegang sahamnya (pemiliknya) paling akhir (setelah pemegang sahamnya preferen) dalam pembagian deviden sesuai dengan keadaan keuntungan yang diperoleh perusahaan penerbitnya dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi setelah pemegang saham preferen berhak mengeluarkan pendapat dan memilih pengurus sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Saham biasa ini mempunyai harga yang nilainya ditetapkan oleh perusahaan yang menerbitkan saham (emiten). Saham biasa dapat dibedakan kedalam lima jenis yaitu :

1. Blug Chip Stock, yaitu saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader indistri sejenisnya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar deviden.

2. Income stock, yakni saham dari suatu emiten yang bersangkutan dapat membayar deviden lebih tinggi dai deviden yang dibayar pada tahun sebelumnya.

3. Growth Stock yaitu, saham-saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi sebagai leader diindustri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.

4. Speculative Stock, yaitu saham yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ketahun, akan terjadi mempunyai kemampuan penghasilan yang tinggi dimasa mendatang meskipun belum pasti.

5. Counter Cyclical Stock, yaitu saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro atau situasi bisnis secara umum. Pada saat ekonomi, harga saham tetap tinggi karena emitennya mampu meberikan deviden yang tinggi karena kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi (Marzuki Usman, Singgi Ripat, Syahrir Ika, 1997:116). Kelebihan saham biasa adalah para pemegang saham biasa mempunyai hak suara dalam manajemen perusahaan. Sedangkan kelemahan saham biasa adalah para pemegang saham biasa mendapatkan pembagian deviden setelah pemegang saham preferen. Dan kelemahan lainnya apabila perusahaan menderita kerugian maka pemegang saham biasa ikut menanggung kerugian tersebut.

b. Prefered Stock (Saham Preferen) adalah saham yang para pemegang sahamnya mempunyai prioritas terlebih dulu dalam pembagian atas asset atau kekayaan perusahaan, apabila perusahaan (emiten) dilikuidasi pemegang saham ini juga mempunyai prioritas pembagian deviden dalam jumlah tertentu sebelum dibagikan pada pemegang saham biasa sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan perusahaan penerbit.

Dalam hubungan dengan pembagian laba saham prioritas dibedakan atas sikap prioritasnya yaitu :

1. Tidak kumulatif tidak berpartisipasi

2. Kumulatif dan tidak berpartisipasi

3. Tidak kumulatif berpartisipasi

4. Kumulatif berpartisipasi

Kumulatif, maksudnya adalah bahwa saham prioritas mempunyai hak tetap atas deviden setiap tahunnya sebesar prosentase dari nilai nominal baik perusahaan membagi deviden atau tidak. Apabila pada suatu saham deviden tidak dibagi, maka perusahaan mempunyai kewajiban membayar deviden yang tidak terbayar disebut pada tahun berikutnya, jika perusahaan akan membagikan deviden. Sisa pelunasan dari deviden yang tersisa itulah yang akan dinbagi kepada pemegang saham biasa. Tidak kumulatif, artinya deviden yang tidak terbayarkan pada tahun-tahun sebelumnya tidak perlu dilunasi pada tahun berikutnya. Berpartisipasi, maksudnya adalah bahwa jika ada deviden yang dibagikan melebihi presentasi tertentu dari nilai nominal seluruh saham yang ada baik prioritas maupun tidak, maka saham prioritas mempunyai hak atas deviden yang masih tersisa tersebut. Dalam pengertian berpartisipasi ini ada yang berpartisipasi penuh dan ada yang yang berpartisipasi dalam presentasi tertentu (Partial).

, maksudnya adalah bahwa saham prioritas mempunyai hak tetap atas deviden setiap tahunnya sebesar prosentase dari nilai nominal baik perusahaan membagi deviden atau tidak. Apabila pada suatu saham deviden tidak dibagi, maka perusahaan mempunyai kewajiban membayar deviden yang tidak terbayar disebut pada tahun berikutnya, jika perusahaan akan membagikan deviden. Sisa pelunasan dari deviden yang tersisa itulah yang akan dinbagi kepada pemegang saham biasa. , artinya deviden yang tidak terbayarkan pada tahun-tahun sebelumnya tidak perlu dilunasi pada tahun berikutnya. , maksudnya adalah bahwa jika ada deviden yang dibagikan melebihi presentasi tertentu dari nilai nominal seluruh saham yang ada baik prioritas maupun tidak, maka saham prioritas mempunyai hak atas deviden yang masih tersisa tersebut. Dalam pengertian berpartisipasi ini ada yang berpartisipasi penuh dan ada yang yang berpartisipasi dalam presentasi tertentu (Partial).

Berpartisipasi tidak penuh artinya atas sisa deviden, saham prioritas hanya mempunyai hak pembagian deviden sampai sebesar tertentu.misalnya suatu saham prioritas 10% mempunyai sifat berpartisipasi sampai 13%, berarti setelah dilakukan pembagian deviden kepada saham prioritas kepada saham biasa 10% ternyata masih ada sisa yang belum terbagi, maka saham prioritas masih mempunyai hak sampai 3% (13%-10%).dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa saham prioritas mempunyai beberapa keuntungan antara lain :

1. Dalam pembagian laba (deviden) didahulukan untuk menerima pembagian deviden dengan presentase tertentu dari nilai nominal sebelum pemegang saham biasa.

2. Pembagian aktiva perusahaan dibubarkan (likuidasi) didahulukan dari pemegang saham biasa.

3. Pemegang saham preferen berhak atas pembagian deviden yang tetap, berapapun besar keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan.

4. Dapat ditebus atau dilunasi setiap saat.

Kelemahan dari saham preferen adalah pemegang saham preferen tidak mempunyai hak bicara dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau dengan kata lain tidak turut mengendalikan manajemen perusahaan penerbit saham. Disamping itu apabila perusahaan mendapatkan laba yang besar, maka pemegang saham preferen hanya menerima pembagian deviden sebesar presentase yang telah ditentukan.

F. Pemecahan Saham (Stock Split)

Salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran saham adalah tingkat harga saham tersebut. Semakin tinggi nilai pasar sebuah saham, semakin kecil saham itu dapat dibeli oleh kebanyakan orang. Manajemen perusahaan menginginkan sahamnya dimiliki secara luas untuk menjaga hubungan dengan masyarakat yang lebih baik. Karenanya mereka berharap memiliki nilai pasar yang cukup rendah sehingga termasuk dalam batas kemampuan mayoritas investor potensial. Untuk mengurangi nilai pasar saham, cara yang biasa dipakai agar sahamnya tetap berada dalam rentang perdagangan optimal adalah pemecahan saham (Stock Split), sehingga daya beli investor terutama kecil akan meningkat.

F.1. Pengertian Perusahaan Saham (Stock Split)

Pengertian pemecahan saham adalah penempatan sejumlah besar saham tambahan atas pemegang saham yang sudah ada, dimana uang tunai tidak bersangkutan dalam transaksi ini (Tracker,1991:97). Pendapat lain yang menyatakanbahwa stock split atau pemecahan saham adalah memecah selembar saham menjadi n lembar. Harga perlembar saham baru setelah stock split adalah sebesar 1/n dari harga sebelumnya. Dengan demikian sebenarnya stock split hanya mengubah nilai nominal atau nilai ditetapkan dan jumlah saham yang beredar tanpa adanya pembayaran terhadap perusahaan. Dari sisi akuntansi tidak ada pencatatan untuk suatu pemecahan saham, namun rincian mengenai perubahan nilai dan jumlah saham yang beredar biasanya diungkap kan dalam catatan atas laporan keuangan. (Jogiyanto, 1995:50).

Baker melakukan penelitian dengan menggunakan sampel perusahaan pada tahun 1933 dan menemukan bahwa setelah pemecahan saham dilakukan ternyata harga saham meningkat, namun yang digaris bawahi olehnya adalah kenaikan harga saham tersebut bukan disebabkan oleh pemecahan saham. Baker menyimpan, sebenarnya harga saham lebih dipengaruhi oleh pengumuman deviden oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan pemecahan saham tersebut (Ewijaya, 1999: 54).

Penemuan Baker tersebut diperkuat oleh Fama yang mengatakan bahwa dalam pasar yang efisien. Pengaruh publikasi pemecahan saham terhadap harga saham akan semata-mata disebabkan oleh informasi tentang kemungkinan perubahan deviden tersebut. Mereka menemukan bahwa 80% sampel yang digunakan mengalami peningkatan harga saham setelah pengumuman pemecahan saham. (Ewijaya, 1999 : 54).

Fama,Fisher,Jensen dan Rool mereka adalah yang pertama memakai metode tentang pembahasan publikasi stock split dengan harga saham. Mereka menggunakan data bulanan untuk mempelajari hampir semua pemecahan yang sesuai pada NYSE (New York Stock Exchange) antara tahun 1929 dan 1059.

Dari hasil penelitian Fama,Fisher,Jensen dan Rool, diperkirakan dari 80% kasus yang ada stock split disebabkan oleh adanya kenaikan pada deviden. Naiknya deviden pada suatu saham tertentu membuat harga saham menjadi naik, sehingga mempengaruhi pemegang saham untuk memperhitungkan lagi tindakan apa yang seharusnya dilakukan, jika deviden naik dan mengakibatkan harga saham juga naik. Naiknya harga saham yang terus-menerus ini akan mengakibatkan transaksi penjualan lembar saham dipasar modal jadi naik. Jadi untuk menaikan deviden perusahaan harus benar-benar yakin kalau telah terjadi kenaikan yang permanent didalam keuntungan perusahaan, untuk mendukung kenaikan pembayaran deviden. Kenaikan didalam melayani deviden adalah sebagai tanda dari menejemen bahwa sifatnya permanen. Hasil penelitian saham mengenai pemecahan saham yang ditunjukan oleh Jonhson menunjukan bahwa harga saham bereaksi positif dan signifikan terhadap pengumuman pemecahan saham.

Kesimpulan lain yang diperoleh, yaitu deviden tidak signifikan mempengaruhi harga saham (Robert. A Haugen, 1997 : 668). Ewijaya, Nur Indrianto (1999) menganalisis pengumuman stock split pada periode 1999. Dari analisis tersebut menunjukan bahwa pengumuman stock split tidak mempengaruhi harga saham. Umi Salamah (2001) dalam judulnya pemecahan saham periode tahun 1999 menghasilkan analisis bahwa stock split mempengaruhi harga saham.

Hasil-hasil penelitian mengenai perubahan publikasi pemecahan saham terhadap harga saham dan return saham yang ditunjukan peneliti sebelumnya masih sangat membingungkan. Artinya ada sebagian peneliti menyimpulkan bahwa publikasi pemecahan saham dam return saham tidak mempunyai pengaruh yang signifikan, namun ada sebagian peneliti yang menyimpulkan bahwa publikasi pemecahan saham ternyata mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham dan return saham.

F.2. Jenis Pemecahan Saham (Stock Split)

Pada dasarnya ada dua jenis pemecahan saham yang dapat dilakukan yaitu : pemecaham saham naik (split-up) dan pemecahan saham turun (splitdown) atau reverse split. Pemecahan naik adalah penurunan nilai nominal perlembar saham yang mengakibatkan bertambahnya jumlah saham yang beredar, misalnya pemecahan saham dengan faktor pemecahan (split factor) 2 : 1, 3 : 1 dan 4 : 1. Sedangkan pemecahan turun adalah peningkatan nilai nominal perlembar saham dari mengurangi jumlah saham yang beredar, misalnya pemecahan saham dengan faktor 1 : 2, 1 : 3 dan 1 : 4. New York Exchange (NYSE) membedakan pemecahan saham menjadi dua yaitu pemecahan saham sebagian (Partial Stock Split) dan pemecahan saham penuh (Full Stock Split).

Pemecahan saham sebagian adalah tambahan distribusi saham yang beredar sebesar 25 % atau lebih tetapi kurang dari 100 % dari jumlah saham beredar yang lama. Pemecahan saham perusahaan adalah tambahan distribusi saham yang beredar sebesar 100 % atau lebih dari jumlah saham beredar yang lama.

F.3. Tujuan Pemecahan Saham (Stock Split)

Tujuan dibalik pemecahan saham adalah :

a. Untuk menyesuaikan harga pasar dengan mengurangi harga pasar perlembar saham.

b. Untuk memperluas kepemilikan dengan meningkatkan jumlah saham yang beredar dan membuatnya lebih dapat dipasarkan.

c. Untuk menguntungkan pemegang saham yang ada dengan memungkinkan mereka untuk mengambil manfaat dari suatu penyesuaian pasar yang tidak sempurna sesudah pemecahan saham tersebut.

Bagi sebagian pihak khususnya para emiten, pemegang saham diyakini dapat memberikan berbagai manfaat bagi mereka yaitu menurunnya harga saham sehingga akan menarik lebih banyak investor dan memperluas pasar saham, membuat saham lebih liquid untuk diperdagangkan dan mengubah para investor add lot menjadi investor round lot. Investor add lot yaitu investor yang membeli saham dibawah 500 lembar (1 lot). Sedangkan investor round lot adalah investor yang membeli minimal 500 lembar (1 lot).

G. Hubungan Antara Stock Split Dengan Harga Saham dan Keuntungan (Return Saham)

1. Harga Saham

Salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran saham adalah tingkat harga saham tersebut. Bila harga saham tersebut dinilai terlalu tinggi oleh pasar, maka jumlah permintaanya akan berkurang. Sebaliknya bila pasar menilai bahwa harga saham tersebut terlalu rendah, jumlah permintaanya akan meningkat. Tingginya harga saham akan mengurangi kemampuan para investor untuk membeli harga saham tersebut. Hukum permintaan dan penawaran kembali berlaku dan sebagai konsekuensinya harga saham yang tinggi tersebut akan menurun sampai tercipta posisi keseimbangan yang baru (Ewijaya, 1999 : 53-54). Informasi yang sepenuhnya tercermin pada harga saham akan sangat berharga bagi para pelaku pasar modal dan institusi yang berkaitan seperti BEJ, BAPEPAM dan IAI. Para pelaku pasar modal khususnya para investor sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga saham suatu perusahaan dan informasi yang menyebabkan perubahan harga saham tersebut. Beaver mengatakan bahwa harga saham menjadi sangat penting bagi investor, karena mempunyai konsekuensi eekonomi secara umum perubahan harga saham dapat mengakibatkan perubahan perilaku konsumsi dari investor-investor (Ewijaya, 1999 : 56). PT. Bursa Efek Jakarta menetapkan fraksi harga yang wajar dalam kisaran prosentase antara 1 %-5 % dari harga pokok untuk emiten yang akan stock split, menerbitkan saham baru atau right issue.

Prosentase ini dengan memperhatikan kondisi perdagangan saham saat ini serta penetapan fraksi dibeberapa bursa luar negeri (Mas Achmad Daniri, Bisnis Indonesia, 1999). Cara yang dilakukan emiten untuk mempertahankan agar sahamnya tetap berada dalam rentang perdagangan yang optimal, sehingga daya beli investor meningkat terutama untuk investor kecil, yaitu dengan melakukan pemecahan saham. Dimana pemecahan saham (stock split) dapat menurunkan harga saham yang dinilai terlalu tinggi menjadi rendah.

2. Keuntungan (Return)

Investor yang ingin memaksimalkan keuntungan yang diharapkan harus juga menoleransi resiko (Fischer, 1996 : 65). Investasi yang efisien adalah investasi yang memberikan resiko tertentu dengan tingkat keuntungan yang terbesar, atau tingkat keuntungan yang terbesar dengan resiko terkecil. (Suad Husnan, 1997 : 169). Dengan kata lain kalau ada dua usulan investasi yang memberikan tingkat keuntungan yang sama, tetapi mempunyai resiko yang berbeda yang rasional maka investor yang rasional atau memilih investasi yang mempunyai resiko lebih kecil. Return merupakan motivasi dan prinsip penting dalam investasi serta merupakan kunci yang memungkinkan investor memutuskan pilihan alternatif investasinya. Ada dua istilah dalam return yaitu. (Fischer, 1996 : 67).

a. Realized return (return realisasi), merupakan return yang terjadi.

Return realisasi dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan.

b. Expeted return (return ekspektasi), adalah return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor dimasa mendatang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi, return ekspektasi sifatnya belum terjadi.

Return dalam investasi mempunyai dua komponen yaitu :

a. Tingkat keuntungan yang normal atau diharapkan tingkat keuntungan ini merupakan bagian dari tingkat keuntungan aktual yang diperkirakan (atau diharapkan) oleh pemegang saham, tingkat keuntungan tersebut dipengaruhi oleh informasi yang dimiliki oleh para pemodal.

b. Tingkat keuntungan yang tidak pasti atau beresiko, bagian tingkat keuntungan ini berasal dari informasi yang bersifat tidak terduga.

c. Resiko merupakan kemungkinan penyimpanan tingkat keuntungan yang sesungguhnya (aktual return) dari tingkat keuntungan yang diharapkan (expected return) (Van Horne,1991 ; 37). Secara sederhana investasi dapat di artikan sebagai cara penanaman modal baik langsung maupun tidak langsung yang bertujuan untuk mendapatkan manfaat tertentu sebagai hasil penanaman modal tersebut. Dalam setiap keputusan investasi sebagai seseorang yang rasional, perhatian investor akan diarahkan pada tingkat pengembalian (rate of return) investasi. Ia akan memiliki investasi yang menjanjikan tingkat keuntungan return tertinggi. Return dan resiko mempunyai hubungan yang positif, semakin besar resiko suatu sekuritas, semakin besar return yang diharapkan. Sebaliknya juga benar yaitu semakin kecil return yang diharapkan semakin kecil resiko yang harus ditanggung. Begitu juga dengan stock split yang mempunyai hubungan yang positif terhadap return. Dari harga saham stock split tersebut, emiten berharap memperoleh return yang besar, karena harga saham setelah yang dipecah nilainya menjadi lebih kecil, sehingga para investor menanamkan modal semakin besar para investor menanamkan modalnya akan semakin banyak return yang akan diperoleh oleh emiten.

METODOLOGI PENELITIAN

1. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan metode studi peristiwa (event study). Studi peristiwa merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Dan menguji reaksi investor dan pasar terhadap peristiwa pengumuman stock split.

2. Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan obyek yang ciri-cirinya akan diuji. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan go public yang sahamnya terdaftar dan diperdagangkan di bursa efek pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. Sampai dengan tahun 2003, terdapat 285 perusahaan yang tercatat BEJ dan dibagi dalam 11 jenis perusahaan yaitu :

a. Pertanian

b. peternakan

c. pertambangan

d. industri dasar dan kimia

e. aneka industri

f. industri bahan konsumsi

g. properti dan real estate

h. infra stuktur, fasilitas dan transportasi

i. keuangan

j. perdagangan jasa dan investasi

k. lain-lain

Dari populasi diambil sampel yang akan di teliti, sampel dari penelitian ini adalah 28 perusahaan yang memiliki perdagangan teraktif. Teknik pengambilan sample dari penelitian ini adalah Purposive Sampling. Dimana sampel sengaja dipilih dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang dapat mewakili populasinya. Tujuanya adalah untuk meperoleh data sesuai dengan kelompok kunci yang akan mewakili penelitia ini. Adapun sampel yang akan dipilih harus mempunyai criteria sebagai berikut :

a. Perusahaan yang go public yang pada 1 Januari 2000 sampai dengan 31 Desember 2003 menunjukan tanggal pemecahan saham.

b. Selama periode pengamatan tidak melakukan pengumuman deviden untuk menghindari dari adanya pengaruh gabungan yang disebabkan oleh pengumuman laba dan deviden.

c. Harga saham yang digunakan adalah hargasaham pada saat melakukan stock split.

3. Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari data perubahan harga saham perusahaan yang listing BEJ yang melakukan stock split selam periode 1 Januari 2000 sampai dengan 31 Desember 2003, data mengenai sejarah perkembangan dan gambaran pasar modal.

4. Metode Pengumpulan Data

Data diambildari capital market Directory 2000, 2001, 2003 dan 2004. Selain itu juga diperoleh melalui internet dengan alamat http://www.jsx.co.id atau http://www.indoexchange.com dan harian Bisnis Indonesia.

5. Analisis Data

Untuk mengukur dan menganalisa penelitian, digunakan metode statistik non parametrik dengan menggunakan teknik uji peningkat bertanda Wilcoxon (Wilcoxon Signed-rank test), dengan periode jendela (Windoows Period) adalah 5 hari sebelum tanggal pencatatan split dan 5 hari setelah tanggal pencatatan split. Langkah pertama yang akan dilakukan

Posted by: unwar0733122 | September 4, 2008

Homework – Statistik II

1. Jika 2% laporan neraca salah, diambil 15 buah laporan, tentukan peluang bahwa :

a. Tidak ada neraca salah

Berarti X = Tidak ada neraca salah

X = 0, n=15

p= 2%

µ = n.p = 15 x 0,02 = 0,300

P (X = x) = µx . e-µ

X!

P(X=0) = 0,300 0 . 2,71828 -0,300 = 1 x 0,7408

0! 1

= 0,7408

Maka peluang tidak ada neraca yang salah adalah 0,7408 x 100% = 74,08%

b. Satu Neraca salah

Berarti X = Satu Neraca Salah

X = 1

µ = 0,30

P(X=0) = 0,7408

P(X=x) = µx . P(X=0)

P(X=1) = 0,301 x 0,7408

= 0,2223

Maka peluang satu neraca salah adalah 0,2223 x 100% = 22,23%

c. Paling sedikit 2 neraca salah

Berarti X = Paling sedikit 2 Neraca Salah = X>= 2

P(X=0) = 0,7408

P(X=1) = 0,2223

P(X=2) = ?

maka

P(X ≥ 2 ) = 1 – P(X=0) – P(X=1) – P(X=2)

Untuk mencari : P(X=2) :

P (X = x) = µx . e-µ

X!

P(X=2) = 0,300 2 . 2,71828 -0,300 = 0,09 x 0,7408 = 0,0668

2! 2 2

= 0,0333

P(X ≥ 2 ) = 1 – 0,7408 - 0,2223 – 0,0333

= 0,0036

Maka peluang paling sedikit 2 neraca salah adalah 0,0036 x 100% = 0,36%

d. Paling banyak 4 neraca salah

Berarti X = Paling banyak 4 Neraca Salah = X 4

Maka peluang

P(X=0) = 0,7408

P(X=1) = 0,2223

P(X=2) = 0,0333

P(X=3) = ?

P(X=4) = ?

P(X 4 ) = P(X=0) + P(X=1) + P(X=2) + P(X=3) + P(X=4)

P(X=3) = 0,300 3 x 0,7408 = 0,02

3! 6

= 0,0033

P(X=4) = 0,300 4 x 0,7408 = 0,0081

4! 24

= 0,00039

Maka

P(X = x 4 ) = P(X=0) + P(X=1) + P(X=2) + P(X=3) + P(X=4)

= 0,7408 + 0,2223 + 0,0333 + 0,00333 + 0,00039

= 1

Maka peluang paling banyak 4 neraca salah adalah 100%

e. 3 hingga 5 neraca salah

Berarti X = 3 hingga 5 neraca salah 3 ≤ X ≤ 5

P(X=3) = 0,00333

P(X=4) = 0,00039

P(X=5) = ?

P(X = 3 ≤ x 5) = P(X=3) + P(X=4) + P(X=5)

Untuk mencari : P(X=5) :

P(X=5) = 0,300 5 x 0,7408 = 0,0024

5! 120

= 0,00002

P(X = 3 ≤ x 5) = 0,00333 + 0,00039 + 0,00002

= 0,0037

Maka peluang 3 sampai 5 neraca salah adalah 0,0037 x 100% = 0,374%

2. Berdasarkan pengalaman selama bertahun-tahun bagian kredit sebuah bank memperitahukan bahwa peluang kredit macet ( peminjaman tidak mampu melunasinya) adalah 0,02. Bulan lalu dikeluarkan 60 pinjaman.

Tentukan:

a. Berapa peluang 4 kredit akan macet?

Berarti X = 4 kredit macet

X = 4, n=60

p= 0,02

µ = n.p = 60 x 0,02 = 1,2

P (X = x) = µx . e-µ

X!

P(X=4) = 1,2 4 . 2,71828 -1,2 = 2,074 x 0,301

4! 1

= 0,026

Maka peluang 4 kredit macet adalah 0,026 x 100% = 2,6%

b. Berapa paling banyak 3 kredit macet?

Berarti X = Paling banyak 3 kredit macet = X 3

P(X=0) = 0,301

P(X=1) = 1,2 x 0,301 = 0,3614

P(X=2) = (1,2 2 x 0,301) / 2 = 0,4337 / 2 = 0,2168

P (X=3 ) = (1,2 3 x 0,301) / 6 = 0, 5205 / 6 = 0,0867

P(X = x 3 ) = P(X=0) + P(X=1) + P(X=2) + P(X=3)

= 0,301 + 0,3614 + 0,2168 + 0,0867

= 0,9662

Maka peluang paling banyak 3 kredit macet = 0,9662 x 100% = 96,62%

Posted by: unwar0733122 | September 4, 2008

Homework – Akuntansi Sektor Publik

1.Jelaskan peranan akuntansi manajemen dan akuntansi biaya dalam organisasi sektor publik serta apa perbedaan kedua akuntansi tersebut?

Peranan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Biaya dalam Organisasi Sektor Publik

· Kedua tipe tersebut adalah sebagai pengalohan informasi data untuk menghasilan informasi keuangan.

· Keduanya sebagai penyedia informasi keuangan yang bermanfaat bagi organisasi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Dan perbedaannya adalah :

· Kedua akuntansi tersebut mempunyai perbedaan pokok yaitu :

1. Karakteristik Pemakai Informasi dan Maksudnya.

2. Lingkup, fokus, dan sifat informasi,

3. Sumber Informasi

4. Waktu dan isi pelaporan

5. Mutu Informasi

· Akuntansi Biaya merupakan bagian dari Akuntansi Manajemen dengan demikian akuntansi biaya harus memperhatikan karakteristik dari akuntansi Biaya.

2.Jelaskan komponen yang membentuk sistem pengendalian manajemen sektor publik?

· Kejujuran : Dalam mengelola keuangan didasarkan atas bukti – bukti kwantitatif sehingga dapat dipertanggunjawabkan

· Transfaransi : Dalam memberikan informasi keuangan wajib bersifat terbuka untuk organisasi.

· Hukum : Dalam informasi keuangan mempunyai sebagai sumber hukum dalam memberikan/menyampaikan informasi.

· Akuntabilitas Proses; Menjamin bahwa setiap kegiatan penyelenggaraan kegiatan keuangan dapat dipertanggungjawabkan

· Kebijaksanaan ; Merupakan hasil kesepakatan dalam pengambil keputusan dalam organisasi melibatkan banyak pihak

3.Jelaskan ruang lingkup keuangan negara dari sifat penyalurannya dan pengurusan keuangan negara.

· Pengeluaran atau belanja negara (baik pusat maupun daerah) yaitu pengeluaran atau setiap penggunaan uang dan sumber daya suatu negara untuk membiayai kegiatan-kegiatan pemerintah atau negara dalam rangka menjalankan fungsinya mewujudkan kesejahteraan

· Penerimaan negara (baik pusat dan atau daerah); setiap penerimaan negara didasarkan atas UU dan kebijakan dan kesepakatan dalam pembagian dari dari penerimaan tersebut dari daerah ke pusat atau sebaliknya dengan secara adil dan merata.

· Dampak pengeluaran atau belanja negara dan penerimaan negara terhadap kehidupan masyarakat atau dampak APBN atau APBD terhadap kehidupan masyarakat; setiap dampat yang timbul menyangkut pengurusan keuangan untuk kepentingan kehidupan negara secara menyeluruh

Posted by: unwar0733122 | September 4, 2008

Paradigma Baru Keuangan Publik dan Ruang Lingkupnya

Paradigma Baru Keuangan Publik
Seiring dengan diterapkannya Undang-undang No. 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah dan Undang-undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, terjadi pergeseran dan pengelolaan keuangan publik di Indonesia. Pergeseran terjadi berkaitan dengan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih desentralistik. Pengelolaan sumber-sumber keuangan juga mengalami pergeseran, banyak sumber-sumber keuangan publik yang disentralisasikan kepada daerah kabupaten dan kota, demi terselenggaranya rumah tangga daerah otonomi. Optimalisasi pengelolaan keuangan di daerah dimaksudkan agar pemerintah daerah sebagai penyelenggara otonomi tidak mengalami defisit fiskal. Oleh karena itu, dilaksanakan reformasi segala bidang meliputi reformasi kelembagaan dan reformasi manajemen sektor publik terutama yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan publik demi untuk mendukung terciptanya good governance. Reformasi lanjutan dilaksanakan terutama dikaitkan dengan hal-hal berikut ini.
1. Reformasi sistem pembiayaan (financing reform).
2. Reformasi sistem penganggaran (budgeting reform).
3. Reformasi sistem akuntansi (accounting reform).
4. Reformasi sistem pemeriksaan (audit reform).
5. Reformasi sistem manajemen keuangan daerah (financial management reform).
Tuntutan pembaruan sistem keuangan publik dimaksudkan agar pengelolaan uang rakyat secara transparan sehingga tercipta akuntabilitas publik. Reformasi manajemen keuangan publik terkait dengan perlunya digunakan modul pengelolaan keuangan publik yang baru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Reformasi keuangan daerah berhubungan dengan perubahan sumber-sumber penerimaan keuangan daerah. Dimensi reformasi keuangan daerah adalah berikut ini.
1. Perubahan kewenangan daerah dalam pemanfaatan dana perimbangan keuangan.
2. Perubahan prinsip pengelolaan anggaran.
3. Perubahan prinsip penggunaan dana pinjaman dan defisit spending.
4. Perubahan strategi pembiayaan.

Ruang Lingkup Ilmu Keuangan Publik
Ilmu tentang keuangan publik berkembang menurut perkembangan peran atau aktivitas pemerintah dalam melaksanakan pelayanan publik dan menyejahterakan masyarakat public.
Pada dasarnya ilmu tentang keuangan publik mempelajari tentang penerimaan dan pengeluaran negara beserta pengaruh-pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat suatu negara. Oleh karena itu, ruang lingkup keuangan publik meliputi hal-hal berikut ini.
1. Pengeluaran atau belanja negara (baik pusat maupun daerah).
2. Penerimaan negara (baik pusat dan atau daerah).
3. Dampak pengeluaran atau belanja negara dan penerimaan negara terhadap kehidupan masyarakat atau dampak APBN atau APBD terhadap kehidupan masyarakat.
Kesamaan antara keuangan privat dengan keuangan negara.
1. Keuangan privat atau keuangan negara berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang menyangkut pembelian, penjualan dan transaksi-transaksi yang lain.
2. Untuk membiayai kegiatan-kegiatannya maka baik sektor keuangan privat ataupun sektor keuangan negara bisa menaikkan pinjamannya, melakukan pembayaran dan lain-lain.
3. Sektor keuangan privat ataupun sektor keuangan negara sama-sama bertujuan ingin memuaskan keinginan masyarakat.
4. Baik sektor keuangan privat ataupun sektor keuangan negara mempunyai sumber yang terbatas.
Perbedaan antara Keuangan Privat dan Keuangan Negara
a. Keuangan privat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Sektor ini harus hidup dengan sarana yang dimiliki sendiri sehingga mungkin bisa terjadi defisit apabila pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan.
2. Tanpa pembayaran kembali pinjaman-pinjaman sebelumnya maka sektor keuangan privat ini akan kehilangan kepercayaan kredit di dalam pasar.
3. Pinjaman hanya dapat dilakukan terhadap pihak luar.
4. Bunga pinjaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Tidak mempunyai kemampuan untuk mencipta/mencetak uang.
6. Mengikuti market principles.
7. Merencanakan kegiatannya dengan mempertimbangkan penerimaannya lebih dahulu, kemudian pengeluarannya.
b. Keuangan negara mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Hidup dengan sarana yang lebih kompleks apabila terjadi defisit maka negara bisa menetapkan budget defisit untuk mengatasinya.
2. Pinjaman dapat dilakukan baik ke dalam maupun ke luar negeri.
3. Bunga pinjaman bisa lebih rendah dibanding dengan pinjaman yang dilakukan oleh sektor swasta/sektor keuangan privat.
4. Mempunyai kemampuan untuk mencipta/mencetak uang.
5. Mengikuti prinsip anggaran (budget principle).
6. Dalam merencanakan kegiatannya, pengeluaran ditetapkan terlebih dahulu, kemudian penerimaannya.

Pengeluaran Negara dan Fungsi Negara
Pengeluaran negara adalah pengeluaran atau setiap penggunaan uang dan sumber daya suatu negara untuk membiayai kegiatan-kegiatan pemerintah atau negara dalam rangka menjalankan fungsinya mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.
1. Fungsi Negara dalam Sistem Kapitalisme
Sistem kapitalisme adalah suatu sistem di mana barang capital dimiliki oleh swasta atau perorangan yang digunakan untuk mencari laba bagi pemiliknya. Sistem kapitalisme, sistem ekologi bebas, mekanisme pasar, dan pemilikan pribadi atas barang-barang dan jasa-jasa. Setiap orang mempunyai kebebasan untuk mengurus kepentingannya masing-masing dan setiap orang berusaha mencari kepuasan dan/atau kemakmuran yang sebesar-besarnya. Apabila kemakmuran seseorang tercapai dengan setinggi-tingginya maka kemakmuran masyarakat juga akan tercapai dengan sebesar-besarnya pula. Jadi, terdapat keselarasan antara kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat.
Adam Smith, salah seorang pelopor sistem kapitalisme membedakan pengeluaran pemerintah menjadi berikut ini.
a. Expense of Defense.
b. Expense of Justice.
c. Expense of Public Work and Public Institutions.
d. Expense of Supporting the Dignity of the Sovereign.
2. Fungsi Negara Berdasarkan Sistem Sosialisme
Fungsi negara dalam sistem ini adalah menguasai segala bidang (bersifat omnipotent), tetapi hal ini tidak berarti bahwa di dalam sistem sosialisme tidak ada hak-hak serta kebebasan-kebebasan individual. Di dalam sosialisme, hak-hak serta kebebasan-kebebasan individual masih ada meskipun dalam lingkup yang terbatas. Sistem ini lebih menekankan demokrasi ekonomi dari pada hanya demokrasi politik seperti pada sistem kapitalisme.
3. Fungsi Negara menurut Richard A. Musgrive
a. Allocation Branch.
b. Distribution Branch.
c. Stabilization Branch.
4. Fungsi Negara menurut John Stuart Mill
a. Necessary function of government.
b. Optional function of government.
5. Fungsi Negara menurut UUD 1945
Fungsi negara Republik Indonesia
a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
b. Memajukan kesejahteraan umum.
c. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
d. Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pengeluaran Negara yang Makin Meningkat
Perkembangan kegiatan pemerintah dari tahun ke tahun memperlihatkan bahwa peran pemerintah selalu meningkat hampir di dalam semua macam sistem perekonomian. Hal ini dapat dilihat dari semakin besarnya pengeluaran pemerintah.
Dua macam sifat pengeluaran pemerintah.
a. Pengeluaran yang bersifat axhaustive.
b. Pengeluaran yang sifatnya transfer saja.
Hukum tentang selalu meningkatnya kegiatan pemerintah (Law of Ever of Increasing State Activity) Adolph Wagner mengatakan bahwa pengeluaran pemerintah selalu meningkat dari tahun ke tahun baik dalam arti uang maupun secara riil.
Sebab-sebab dari kegiatan dan pengeluaran negara atau pemerintah yang selalu meningkat adalah berikut ini.
1. Meningkatnya fungsi pertahanan, keamanan dan ketertiban.
2. Meningkatnya fungsi kesejahteraan.
3. Meningkatnya fungsi perbankan.
4. Meningkatnya fungsi pembangunan.
Agar dapat tercapai suatu hasil yang maksimal, perlu diciptakan suatu pedoman bagi pelaksanaan aktivitas pemerintah. Pertama harus ditentukan sasaran dari pengeluaran atau sasaran dari setiap kegiatan pemerintah. Selanjutnya kita harus membandingkan hasil-hasil yang mungkin diperoleh dari kegiatan-kegiatan dengan seandainya kegiatan-kegiatan itu dilakukan oleh swasta.

Prinsip Pokok dalam Pengeluaran Negara
Dalam melaksanakan fungsinya pemerintah menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki atau dikuasai olehnya baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Agar sasaran yang ingin dicapai oleh pemerintah dapat tercapai dengan baik maka pemerintah dalam mempergunakan uang dan sumber-sumber daya ekonomi lainnya haruslah berpedoman kepada prinsip-prinsip pokok yang telah digariskan. Prinsip-prinsip pokok dalam pengeluaran negara itu disebut dengan canon of government expenditure. Prinsip-prinsip pokok tersebut adalah berikut ini.
1. Asas moralita.
2. Asas nasionalita.
3. Asas kerakyatan atau demokrasi.
4. Asas rasionalita.
5. Asas fungsionalita atau asas teologis.
6. Asas perkembangan.
7. Asas keseimbangan dan keadilan.
Ketujuh asas tersebut satu sama lain bersifat saling mengikat dan keseluruhan asas sifatnya saling mendukung sehingga satu asas tidak bisa berdiri sendiri. Keseluruhan asas harus berjalan searah, serasi, dan apabila salah satu asas mengalami kemunduran maka akibatnya unsur-unsur atau asas-asas yang lain juga mengalami kemunduran dan sebaliknya.

Pentingnya Sektor Publik
1. Apa yang disebut sebagai ekonomi kapitalis modern sebenarnya adalah ekonomi “campuran”, di mana seper tiga atau lebih kegiatan ekonomi terjadi di sektor pemerintah.
2. Dalam buku ini, istilah “sektor pemerintah” digunakan untuk menunjuk kepada bagian dari kebijakan ekonomi pemerintah yang dinyatakan di dalam bentuk anggaran (pengeluaran dan penerimaan).
3. Kegiatan penganggaran dibedakan dalam 3 jenis utama sebagai berikut.
a. Upaya pemerintah untuk menyediakan barang dan jasa tertentu yang disebut “barang sosial (social goods)”.
b. Penyesuaian terhadap distribusi pendapatan dan kekayaan.
c. Tindakan yang berhubungan dengan pengangguran, inflasi, dan laju pertumbuhan ekonomi yang tidak memadai.
Dalam membicarakan penyediaan barang sosial (fungsi alokasi), telah disinggung mengenai pembayaran barang dan jasa tertentu melalui anggaran belanja. Apakah produksi barang-barang ini dilakukan di bawah manajemen pemerintah atau apakah barang dan jasa itu dibeli dari perusahaan swasta, merupakan masalah lain lagi.
Penyediaan barang sosial menimbulkan permasalahan yang berbeda dari pengadaan barang pribadi (private goods). Perbedaan utamanya adalah barang sosial cenderung tidak menimbulkan persaingan di dalam konsumsinya dan kesenangan konsumen terhadap barang itu tidak diungkapkan di dalam penawaran konsumen di pasar. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya proses politik.
Pola distribusi yang dihasilkan dari pola penyebaran sumber daya alam dan dari penjualan jasa faktor produksi di pasar belum tentu merupakan suatu pola yang adil menurut masyarakat. Penyesuaian distribusi mungkin dibutuhkan, dan kebijakan pajak dan tunjangan merupakan suatu alat yang efektif untuk melaksanakannya sehingga perlu ada suatu fungsi distribusi di dalam kebijakan anggaran.
Kebijakan pajak dan pengeluaran mempengaruhi permintaan agregat dan tingkat kegiatan ekonomi. Kebijakan itu merupakan instrumen penting dalam mempertahankan stabilitas ekonomi, termasuk stabilitas kesempatan kerja yang tinggi dan pengendalian terhadap inflasi. Selanjutnya, fungsi stabilitas termasuk sebagai fungsi anggaran ketiga.
Masalah utamanya, bagaimana melaksanakan kebijakan fiskal sehingga pokok utamanya termasuk alokasi, distribusi, dan stabilisasi dapat dipenuhi secara serentak.
Sumber Buku Keuangan Publik, Karya Endang Larasati

Posted by: unwar0733122 | September 3, 2008

BAB II ETIKA PROFESIONAL

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Etika profesional dikeluarkan oleh organjsasi profesi untuk mengatur perilaku anggotanyadalam menjalankan praktik profesinya bagi masyarakat.Etika profesional bagi praktik akuntan di bIndonesia disebut dengan istilah kode etik dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, sebagai organisasi profesi akuntan.

Ikatan Akuntan Indonesia adalah satu-satunya oorganisasi profesi akuntan di Indonesia. Ikatan Akuntan Indonesia beranggotakan auditor dari berbagai tipe (auditor independen dan auditor intern), akuntan managemen, akuntan yang bekerja sebagai pendidik, Berta akuntan sektor publik. Dengan demikian etika profesional yang dikeluarkan oleh IAI tidak hanya mengatur anggotanya yang berpraktik sebagai akuntan publik, namun mengatur prilaku semua anggotanya yang berpraktik dalam berbagai tipe profesi audidor clan profesi akuntan lain. Organisasi IAI dibagi menjacli empat kompartemen : (1) kompartemen akuntan publik, (2) kompartemen akuntan managemen, (3) kompartemen pendidik, (4) kompartemen akuntan sektor publik.

Dalam kode etik IAI yang berlaku sejak tahun 1998, organisasi IAI menetapkan depan Prinsip Etika yang berlaku bagi seluruh anggota IAI, baik baik yang berada dalam Kompartemen Akuntan Publik, Kompartemen Akuntan Menejemen, Kompartemen Akuntan Pendidik, maupun Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Kemudian setiap kompartemen menjabarkan delapan Prinsip Etika tersebut kedalam Aturan Dika yang berlaku secara khusus bagi anggota IAI yang bergabung dalam masing-masing kompartemen.

Akuntan Publik dan Auditor Independen

Kantor akuntan publik merupakan tempat penyediaan jasa oleh profesi akuntan publik bagi masyarakat. Kantor akuntan publik menyediakan berbagai jasa bagi masyarakat berclasarkan Standar Profesional Akuntan Publik. Berdasarkan standar tersebut, kantor akuntab publik dapat menyediakan: (1) jasa audit atas laporan keuangan historis, (2) jasa atestasi atas laporan keuangan prospektif atau asersi selain yang dicantumkan dalam laporan keuangan historis, (3) jasa akuntansi dan

riview, dan (4) jasa konsultansi (consulting services). Karena akuntan yang beker. dikantor akuntan publik dapat mengerjakan berbagai penugasan dalam berbagi jenis jasa tersebut, maka perlu diadakan perbedaan istilah: akuntan publik da auditor independent. Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam kantc akuntan publik, yang menyediakan berbagai jasa yang diatur balam berbag, Standar Profesional Akuntan Publik (auditing, atestasi, akuntansi dan review, da. jasda konsultasi). Auditor independen adalah akuntan publik yang mlaksanakal penugasan audit atas laporan keuangan histiris, yang menyediakan jasa audit ata dasar Standar auditing yang tercantum dalam Standar Profesional Publik.

3. Kerangka Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode etik IAI dibagi menjadi empat bagian berikut ini: (1) Prinsip Etika, (2, Aturan Etika, (3) Interpretasi Aturan Etika, dan (4) Tanya dan Jawab. Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi aturan etika yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres IAI dan berlaku bagi seluruh anggota IAI, sedangkan aturan etika disahkan oleh Rapat Anggota Kompartemen dan hanya mengikat anggota Kompartemen yang bersangkutan. Interpretasi Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Pengurus Kompartemen setelah memperhatikan tanggapan dari anggota dan pihak­pihak yang berkepentingan lainnya, sebagai panduan penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Tanya dan jawab memberikan penjelasan atas setiap pertanyaan dari anggota Kompartemen tentang Aturan Etika beserta interpretasinya. Dalam Kompartemen Akuntan Publik, Tanya dan Jawab ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik.

Prinsip Etika Profesi Ikatan Akuntan Indonesia

Ø Prinsip kesatu : Tanggung jawab profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

Ø Prinsip kedua : Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka

Ø Prinsip ketiga : Integritas

Untuk memelihara clan meningkatkan kepercayaan publik, Setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

Ø Prinsip keempat : Objektivitas

Setiap anggota harus menjaga obyektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

Ø Prnsip kelima : Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati­hatian, kompetensi clan ketekunan, Berta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.

Ø Prinsip keenam : Kerahasiaan

Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kiewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

Ø Prinsip ketujuh : Perilaku Profesional

Setiap Anggota harus berperilaku yang konsisten dalam reputasi profesi yang baik clan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Ø Prinsip kedelapan : Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas clan obyektivitas.

5. Aturan Etika Kompertemen Publik

Terdiri dari :

Ø 100 Independensi, Integritas dan Objektivitas

Ø 101 Independensi

Ø 102 Integritas dan Objektivitas

Ø 200 Standar Umum dan Prinsip Akuntansi

Ø 201 Standar Umum

Ø 202 Kepatuhan Terhadap Standar

Ø 203 Prinsip-prinsip Akuntansi 300 Tanggung Jawab kepada clien

Ø 301 Informasi Klien yang Rahasia

Ø 302 Fee Profesional

Ø 400 Tanggung Jawab kepada Rekan Seprofesi

Ø 401 Tanggung Jawab kepada Rekan Seprofesi

Ø 402 Komunikasi antarakuntan Publik Ø 403 Perikatan Atestasi

Ø 500 Tanggung jawab clan praktik lain

Ø 501 Perbuatan dan Perkataan yang Mendiskreditkan

Ø 502 Ikatan, Promosi, clan Kegiatan Pemasaran Lainnya

Ø 503 Komisi clan Fee Referal

Ø 504 Bentuk Organisasi dan KAP

Posted by: unwar0733122 | September 3, 2008

Analisa Fundamental Untuk Pasar Modal

Analisa Fundamental adalah studi tentang ekonomi, industri, dan kondisi perusahaan untuk memperhitungkannilai dari saham perusahaan. Analisa fundamental menitikberatkan pada data-data kunci dalam laporan keuangan perusahaan untuk memperhitungkan apakah harga saham sudah di apresiasi secara akurat.

Secara umum untuk menganalisa perusahaan dengan menggunakan analisa fundamental terdiri dari 4 langkah yaitu:

1. Menghitung kondisi ekonomi secara keseluruhan

Kondisi ekonomi dipelajari untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham. Apakah tingkat inflasi tinggi atau rendah? Apakah suku bunga naik atau turun? Apakah konsumen yakin atau ragu-ragu dalam mengeluarkan uang? Apakah neraca perdagangan untung atau rugi? Apakah supply uang naik atau turun? Ini adalah sebagian pertanyaan seorang fundamental analis menanyakan untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi secara keseluruhan baik untuk pasar saham

2. Menghitung kondisi industri secara keseluruhan

Industri di mana perusahaan berada secara langsung mempengaruhi masa depan perusahaan tersebut. Bahkan saham yang paling baik pun dapat menghasilkan pengembalian yang pas-pasan jika mereka berada dalam industri yang sedang payah . Biasanya saham yang lemah dalam industri yang kuat lebih disukai daripada saham yang kuat dalam industri yang lemah

3. Menghitung kondisi perusahaan

Setelah melihat dari sisi ekonomi dan industri kita perlu memperhitungkan kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Jika sebuah perusahaan yang telah kita analisa secara ekonomi dan industri itu baik tapi kita tidak menghitung kondisi perusahaan tersebut maka akan sia-sia lah semua analisa fundamental yang kita lakukan. Karena pasar saham adalah pasar ekspektasi dimana semua pemegang saham mengharapkan perusahaannya selalu menghasilkan laba yang pada akhirnya laba ini akan di bagikan kepada pemegang saham yang kita kenal dengan istilah deviden.

Walaupun tidak semua pemegang saham tidak mengharapkan pembagian deviden ini karena pada dasarnya keuntungan yang diperoleh dari permainan saham ini bukan hanya deviden, tetapi ada juga yang di sebut dengan capital gain yaitu keuntungan yang diperoleh dari fluktuasi harga saham yang biasanya diharapkan oleh investor yang memiliki time horizon yang pendek.

Menghitung kondisi perusahaan biasanya dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan.

Rasio secara garis besar di bagi dalam 5 kategori utama antara lain, yaitu : profitability (keuntungan), price (harga), liquidity (likuiditas), leverage (dukungan), dan efficiensi (efisiensi). Berikut penjelasan penggunaan ratio dan cara menghitungnya :

a. Net Profit Margin

Net profit margin adalah rasio profitability yang dihitung dengan membagi keuntungan bersih dengan total penjualan.

Net Profit Margin = Net Profit / Total sales

Rasio ini menunjukan keuntungan bersih dengan total penjualan yang dapat di peroleh dari setiap rupiah penjualan. Sebagai ilustrasi, apabila profit margin sebuah perusahaan adalah 30% jumlah keuntungan yang dapat diperoleh dari setiap Rp 1000 adalah Rp 300

b. Price Earning Ratio / PER

Price earning ratio /PER adalah rasio price yang dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan Earning Per Share( EPS), EPS sendiri merupakan rasio yang menunjukan berapa besar keuntungan yang diperoleh investor atau pemegang saham per saham.

Semakin tinggi nilai EPS tentu saja menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan untuk pemegang saham.

EPS = Net Profit / Jumlah Saham

PER = Harga Saham / EPS

PER menggambarkan apresiasi pasar tehadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Bagi para investor semakin kecil PER suatu saham semakin bagus karena saham tersebut termasuk murah.

c. Book Value / Nilai Buku

Nilai Buku adalah rasio price yang dihitung dengan membagi total aset bersih ( Aset – Hutang ) dengan total saham yang beredar

Book Value = Total Equitas (Aset – Hutang) / Jumlah saham yang beredar

Book Value digunakan untuk melihat harga suatu securitas apakah overpriced atau underprice

d. Price to Book Value (PBV)

Price to book value atau PBV menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin Tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut.

PVB = Harga Saham / Book Value

e. Current Ratio

Current Ratio adalah rasio likuiditas yang dihitung dengan membagi aset saat ini dengan hutang saat ini.

Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab hutang saat ini. Semakin tinggi rasionya, semakin tinggi likuiditas perusahaan tersebut. Sebagai contoh, rasio 3.0 mempunyai arti bahwa aset saat ini jika dilikuidasi, akan cukup membayar 3 kali dari hutang saat ini.

f. Debt Ratio

Debt rasio adalah rasio leverage yang dihitung dengan membagi total hutang dengan total aset.

Debt Ratio = Total Hutang / Total Aset

Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Sebagai contoh, debt ratio 40% menunjukkan bahwa 40% dari aset dibiayai oleh hutang. Hutang bisa berarti buruk bisa juga berarti bagus.

Selama ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, sebaliknya juga selama ekonomi baik dan suku bunga rendah hutang dapat meningkatkan keuntungan

g. Inventory Turnover

Inventory turnover adalah rasio efficiency yang dihitung dengan membagi biaya barang yang terjual dengan inventaris. \

Inventory Turnover = Biaya Barang Yg Terjual / Inventory

Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan mengatur inventarisnya, yaitu dengan menunjukkan berapa kali turn over inventaris selama satu tahun. Jenis rasio ini sangat bergantung pada jenis industri di mana perusahaan berada.

Sebagai contoh, toko penjual makanan akan mempunyai tingakt turn over yang jauh lebih tinggi daripada pabrik pembuat pesawat terbang. Sama seperi rasio-rasio yang lain, adalah penting untuk membandingkan rasio ini dengan rasio dari perusahaan-perusahaan yang lain dalam industri yang sama

h. Menghitung nilai saham perusahaan

Setelah memperhitungkan kondisi ekonomi, industri, dan perusahaan. Seorang fundamental analis dapat mulai memperhitungkan apakah saham suatu perusahaan overvalued, undervalued, atau pas harganya. Beberapa model penilaian telah disusun untuk membantu kita menghitung nilai saham. Ini menyertakan model deviden yang menitikberatkan pada nilai saat ini dari pendapatan yang diharapkan, dan model aset yang menitikberatkan pada nilai saat ini dari aset perusahaan.

Sumber : http://bursa-investasi.tripod.com/id14.html

di akses tanggal 7 Juni 2007

PASAR UANG

Mengenal Valuta Asing

Valuta asing atau biasa disebut juga dengan kata lain seperti valas, foreign exchange, forex atau juga fx adalah mata uang yang di keluarkan sebagai alat pembayaran yang sah di negara lain.

Uang selain di gunakan sebagai alat pembayaran yang sah, juga mempunyai fungsi-fungsi lainnya antara lain sebagai tolak ukur kekayaan sesorang, tingkat daya beli seseorang, danjuga sebagai alat untuk mengukur tingkat kesejahteraan seseorang.

Dalam perkembangannya uang berkembang menjadi komoditas yang bisa di perdagangkan. Pasar valuta asing sendiri mengalami pertumbuhan yang pesat pada awal decade 70’an.

Adapun yang menyebabkan pasar valuta asing bertumbuh dengan pesat antara lain adalah:

1. Pergerakan nilai valuta asing yang mengalami pergerakan cukup signifikan sehingga menarik bagi beberapa kalangan tertentu untuk berkecimpung di dalam pasar valuta asing.

2. Bisnis yang semakin mengglobal. Dengan semakin sengitnya persaingan bisnis membuat perusahaan harus mencari sumber daya baru yang lebih murah, dan tersebar di seluruh dunia sehingga menimbulkan permintaan akan mata uang suatu negara tertentu.

Pergerakan nilai valuta asing yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu karena hukum demand dan supply selalu melibatkan berbagai pelaku pasar yang mempunyai berbagai kepentingan.

Pelaku pasar tersebut antara lain adalah :

1. Perusahaan.

Untuk meningkatkan daya saing dan menekan biaya produksi perusahaan selalu melakukan eksplorasi terhadap berbagai sumber-sumber daya yang baru dan yang lebih murah. Bisanya kita menyebut kegiatan ini dengan kegiatan impor. Dan perusahaan juga akan selalu melakukan kegiatan eksplorasi market untuk memperluas jaringan distribusi barang dan jasa yang telah di produksi oleh perusahaan tersebut yang pada akhirnya akan timbul pendapatan dalam mata uang lain. Biasanya kita menyebut kegitatan tersebut dengan ekspor. Karena ada kegiatan impor dan ekspor inilah perusahaan kadang memerlukan mata uang negara lain dengan jumlah yang cukup besar.

2. Masyarakat atau perorangan.

Masyarakat atau perorangan dapat melakukan transaksi valuta asing di sebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah kegiatan spekulasi, yaitu dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan nilai valuta asing untuk memperoleh keuntungan. Faktor kedua adalah kebutuhan konsumsi pada saat berada di luar negeri.

Contoh saja ada sebuah keluarga yang melakukan perjalanan keluar negeri sebut saja negara Amerika. Pada saat mereka akan melakukan kegiatan konsumsi di Amerika maka mereka tidak bisa membayarnya dengan rupiah karena mata uang yang berlaku di Amerika adalah dolar Amerika, sehingga mereka mau tidak mau harus menukarkan uangnya terlebih dahulu ke dalam dolar Amerika. Contoh lainnya adalah seorang ayah yang akan membiayai sekolah anaknya di Australia maka sang ayah harus menukarkan uangnya kedalam bentuk Australian dolar terlebih dahulu.

3. Bank Umum.

Bank umum melakukan transaksi jual beli valas untuk berbagai keperluan antara lain melayani nasabah yang ingin menukarkan uangnya kedalam bentuk mata uang lain. Untuk memenuhi kewajibannya dalam bentuk valuta asing.

4. Broker.

Broker adalah perusahaan yang menjadi perantara terjadinya transaksi valuta asing. Mereka membantu kita untuk mencarikan pembeli ataupun penjual.

5. Pemerintah.

Pemerintah melakukan transaksi valuta asing untuk berbagai tujuan antara lain membayar hutang luar negeri, menerima pendapatan dari luar negeri yang harus di tukarkan lagi kedalam mata uang local.

6. Bank Sentral.

Di banyak negara bank sentral adalah lembaga independent yang bertugas menstabilkan mata uangnya. Biasanya bank sentral melakukan jual beli valuta asing dalam rangka menstabilkan nilai tukar mata uangnya yang biasa disebut dengan kegiatan intervensi.

Mata Uang Dunia Yang di Perdagangkan

Ada tujuh mata uang dunia yang biasanya di perdagangkan. ketujuh mata uang dunia tersebut adalah

1. Dolar Amerika / USD

2. Poundsterling Inggris / GBP

3. Euro Dolar / EUR

4. Swiss Franc / CHF

5. Japanese Yen / JPY

6. Australian Dolar / AUD

7. Canadian Dolar / CAD

Posted by: unwar0733122 | September 3, 2008

Online Trading

Mengapa online trading?

Para pemain saham umumnya bertransaksi melalui perusahaan atau broker dengan cara tradisional, dimana instruksi mengenai kegiatan bertransaksi saham dilakukan melalui telepon. Dengan menjamurnya segala sesuatu yang sifatnya elektronis, dunia pasar saham seakan tak mau ketinggalan. Adanya terobosan baru dimana pemain saham dapat melakukan jual/beli saham, melihat harga saham secara langsung saat itu dan dalam kurun waktu beberapa bulan terkahir, melihat profil emiten, membuka dan memantau rekening transaksi serta pengecekan portofolio yang semuanya cukup dilakukan melalui komputer. Layanan bertransaksi saham yang memungkinkan anda untuk melakukan transaksi secara online ini, merupakan usaha yang ditempuh untuk memasuki segmen pasar transaksi saham online.

Alternatif transaksi saham secara online menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari proses untuk menjadi anggota dari broker online yang ada, pemesanan jual/beli saham yang dinginkan, pembukaan dan pemantauan rekening transaksi, sampai pengelolaan dan pemantauan saham yang dipesan dalam bertransaksi. Keuntungan lain yang dapat diperoleh adalah proses transaksi yang relatif cepat, biaya komisi yang bersaing, dan anda dapat mengakses pesanan saham dan rekening transaksi dimanapun anda berada.

Sistim keamanan


Pertanyaan yang banyak muncul dengan adanya sistem bertransaksi secara online ini adalah dari segi keamanannya, mengingat segala jenis transaksi yang dilakukan melalui komputer atau sistem elektronis cukup beresiko. Untuk itu diperlukan suatu sistem keamanan tingkat tinggi yang dapat melindungi dana dan rekening pelanggan serta kegiatan bertransaksi itu sendiri.

Sistem keamanan untuk melindungi kegiatan transaksi online yang paling umum dipergunakan saat ini adalah Sistem Secure Socket Layer (SSL) dan Sistem Pengacakan 128 bit, yaitu sistem keamanan tingkat tinggi yang dipergunakan oleh hampir semua internet banking di Indonesia dan menjadi standarisasi bagi keamanan bertransaksi.

Pilihan sekarang ada pada anda, ingin tetap bertransaksi saham secara tradisional yang semua kegiatannya dilakukan melalui telepon atau kemudahan merupakan prioritas anda dalam melaksanakan kegiatan transaksi saham?

Posted by: unwar0733122 | September 3, 2008

Panduan Investasi Dividend yield

mainsaham.com .:. Salah satu harapan dari investor dalam membeli saham adalah mendapatkan deviden. Dividend yield berguna untuk mengetahui berapa besar return yang akan diperoleh dari nilai investasi. Sebagai contoh, apabila harga saham pada saat pembelian sebesar Rp 3.000 dan deviden yang diperoleh sebesar Rp 150 per saham, maka dividend yield yang diperoleh sebesar 5%.

Bila rasio ini menghasilkan angka yang kecil, tidak berarti sahamnya tidak bagus, karena terkadang suatu perusahaan mempunyai kebijaksanaan untuk tidak membagi deviden kepada pemegang saham karena laba usaha dipergunakan lagi untuk investasi kembali. Tetapi investor masih dapat menikmati keuntungan dari naiknya harga saham di market apabila para pelaku pasar memberikan sentimen positif terhadap ekspansi perusahaan.

Di lain pihak, deviden yang tinggi juga tidak berarti bagus apabila pihak perusahaan salah perhitungan dalam pemberian deviden. Hasil yang didapat dari deviden akan hilang akibat dari persentase penurunan harga saham lebih besar dari return yang didapat dari deviden.

Langkah Menuju Sukses

mainsaham.com .:. Selamat bagi anda yang telah membaca bab-bab terdahulu karena anda telah mempunyai bekal untuk melangkah. Apa yang telah MainSaham.com berikan merupakan pengetahuan dasar. Masih banyak lagi pengetahuan dan teknik-teknik investasi yang bisa anda dapatkan dari literatur-literatur yang terdapat pada toko buku atau perpustakaan yang dapat membahas investasi secara mendalam.

Sebelum anda melangkah lebih jauh, MainSaham.com masih mempunyai bekal untuk menemani perjalanan anda. Apakah itu? Beberapa tips lanjutan yang perlu anda simak yaitu:

? Atur portfolio investasi anda

Janganlah menaruh semua telur dalam satu keranjang. Apabila keranjangnya jatuh maka anda tidak memiliki telur lagi. Demikianlah pepatah yang sering kita dengar. Pepatah ini sungguh dapat diterapkan dalam strategi investasi. Janganlah anda menaruh semua uang anda ke dalam satu jenis investasi . Sebagai contoh apabila anda menaruh semua uang anda ke investasi saham, apabila dalam kondisi bursa saham sedang hancur dan kebetulan anda membutuhkan uang, maka anda “terpaksa” menjual saham anda sehingga dapat mengakibatkan kerugian, padahal bisa saja setelah beberapa waktu kemudian bursa saham sudah bagus kembali.

Contoh lain, apabila anda menginvestasikan semua uang anda dalam bentuk tabungan atau deposito di bank, dalam hal ini uang anda relatif lebih aman, tetapi return yang akan anda peroleh tentulah belum optimal.


Dalam hal berinvestasi di saham, pepatah di atas masih juga dapat diterapkan. Janganlah menaruh semua anggaran anda di saham pada satu saham saja. Apabila saham tersebut “hancur”, maka anda akan mengalami kerugian yang besar. Lebih bijaksana apabila anda mengatur portfolio saham anda. Setelah menetapkan besarnya anggaran anda untuk investasi di saham, maka pilihlah beberapa saham yang berlainan sektor ekonominya. Jika ada satu sektor ekonomi yang terpukul, misalnya properti, maka anda masih memiliki saham di sektor lain yang masih bagus, misalnya sektor barang konsumsi.

? Kapan harus menjual?


Tentulah anda harus menjual pada harga yang paling tinggi, sehingga anda akan memperoleh keuntungan maksimal. Tetapi persoalannya bagaimana menentukan harga tertinggi tersebut? Karena harga terbentuk oleh pasar berdasarkan hukum permintaan dan penawaran.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kembalilah ke bab dasar-dasar analisa. Alasan yang tepat bagi anda untuk menjual saham, selain membutuhkan dana kas adalah apabila berdasarkan hasil analisa, saham tersebut sudah overvalued . Jika menurut kalkulasi, saham yang anda pegang sudah terlalu tinggi sehingga peluangnya kecil untuk naik lagi dan laju pertumbuhan industrinya sudah terbatas, maka jualah saham anda untuk dialihkan ke saham lain yang potensi pertumbuhannya masih besar.

Sebelum kami akhiri sesi ini, perlu kami ingatkan kembali, jangan menggunakan uang untuk keperluan jangka pendek untuk investasi jangka panjang . Dan satu hal lagi ialah, setelah menaruh investasi anda, maka sediakanlah sedikit waktu untuk memberikan perhatian untuk menelaah kembali portfolio anda. Memang tidak disarankan bagi anda untuk setiap saat melotot di monitor bursa untuk mengikuti perkembangan harga saham dari detik ke detik, tetapi tidak memperdulikan sama sekali juga bukanlah merupakan ide yang baik.


Nah, pembaca yang budiman, kami mengajak anda untuk menjadi investor yang bijaksana. Dimana anda bertindak berdasarkan perhitungan dan bukanlah berdasarkan insting. Tetaplah bersama kami, karena kami akan terus memberikan informasi yang berguna dalam langkah investasi anda.

Memilih Broker

Jul 04, 2001

mainsaham.com .:. Dengan sampainya anda pada bagian ini, tentu anda sudah lebih siap pula baik dalam modal pengetahuan dasar maupun secara mental. Tetapi jangan terburu-buru untuk melakukan transaksi. Masih ada satu langkah lagi yang harus anda lakukan, yaitu memilih broker/perusahaan sekuritas. Mengapa ini penting?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa anda tidak dapat melakukan transaksi langsung antar investor tanpa perantaraan dari broker. Selain itu, broker akan membantu anda dalam menyediakan informasi yang anda butuhkan dalam proses berinvestasi. Ada banyak broker yang terdaftar di bursa, bagaimana anda akan memilih mereka? Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan:

? Bonafiditas

Mengapa ini penting? Apa yang menjadi resiko anda? Bisa saja broker anda bangkrut karena modalnya cekak. Sebagai contoh, apabila ada investor yang telah memesan pembelian saham dalam jumlah besar, pada saat penyerahan pembayaran (T+4), harga saham yang dipesan mengalami penurunan dan investor tersebut mangkir. Dalam hal ini merupakan tanggung jawab dari broker untuk menebus saham yang telah dipesan. Apabila kondisi cashflow dari broker tidak kuat, maka akan mempengaruhi kinerja dari broker anda. Karena itu, sebelum menentukan pilihan, sebaiknya anda melakukan penelitian atas latar belakang dan kondisi keuangan broker tertentu.

? Pelayanan
Bonafid saja belum cukup, apabila tidak didukung dengan pelayanan yang baik. Apa tolak ukurnya? Minimal anda harus mendapatkan informasi yang cukup dan berbobot. Apabila broker anda mempunyai tenaga analis dan sales yang handal, maka anda akan mendapatkan informasi yang cukup memadai untuk mendukung langkah investasi anda. Ingat! Informasi yang dibutuhkan berupa data fundamental perusahaan, rumor mengenai kondisi politik, kebijaksanaan perekonomian, kondisi regional dan lain lain. sangat diperlukan sebagai pertimbangan dalam mengambil tindakan. Semakin cepat anda mendapatkan informasi dibandingkan orang lain, semakin besar kemungkinan bagi anda untuk memperoleh keuntungan.

? Biaya
Tanyakan terlebih dahulu biaya apa saja yang akan dibebankan ke rekening anda dan berapa besar biaya tersebut. Secara umum biaya yang akan dibebankan ke anda adalah 0,3% untuk transaksi pembelian dan 0,4% untuk transaksi penjualan. Angka ini adalah angka patokan karena anda masih dapat melakukan negosiasi harga dengan broker anda. Disamping itu, mungkin masih ada biaya lain yang masih harus anda tanyakan, misalnya apabila transaksi anda tidak aktif, anda akan dibebankan biaya.

? Batas limit transaksi
Tanyakan pada broker anda mengenai prosedur dari perusahaannya dalam pemberian limit/plafon untuk bertransaksi. Berapa besar deposit yang perlu anda setor untuk mendapatkan plafon tersebut. Masing-masing broker umumnya mempunyai peraturan yang berbeda-beda dalam hal ini.

Setelah anda memilih broker yang sesuai dengan kondisi anda, maka anda harus membina hubungan baik dengan mereka, karena merekalah yang secara aktif mengikuti perkembangan pasar. Mungkin mereka memiliki informasi yang sangat berharga dan mereka membagikan informasi tersebut kepada anda terlebih dahulu karena hubungan yang baik.

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.